Perbedaan Cara Niat Puasa Menurut Ulama 4 Mazhab

Rabu, 23 Maret 2022 - 19:33 WIB
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى


Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."

Untuk puasa Ramadhan maka niatnya harus dilakukan sebelum terbit fajar shadiq (fajar yang sesugguhnya) atau sebelum masuk waktu subuh. Semua niat dalam ibadah dilakukan pada awal memulai ibadah tersebut, kecuali puasa yang niatnya dilakukan pada malam harinya sebelum fajar shadiq terbit.

2. Puasa Sunnah

- Bermaksud berpuasa

- Menyebut puasa yang akan dilakukan. Misalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."

Untuk puasa sunnah, tidak diwajibkan berniat pada malam harinya, akan tetapi boleh berniat di pagi hari dengan dua syarat, yaitu belum tergelincirnya matahari, dan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.

Berikut perbedaan cara Niat Puasa Ramadhan menurut ulama 4 Mazhab:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!