Nabi Yusuf Tak Kunjung Keluar dari Penjara, Ternyata Ini Penyebabnya

Kamis, 24 Maret 2022 - 23:56 WIB
3. Pesan Rasulullah "Jika kamu ingin minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah." Hati Yusuf bukan berarti kosong dari berharap dan meminta tolong kepada Allah. Namun ucapannya yang seakan mengharapkan pertolongan kepada orang lain inilah yang berpotensi disalahpahami.

Sama halnya Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berobat di saat sakit, namun hati kita tetap harus berharap kesembuahan dari Allah dan menyakini Allah-lah yang akan menyembuhkan, seperti yang dikatakan Nabi Ibrahim: "Jika aku sakit maka Dialah yang akan menyembuhkanku."

Namun usaha kongkret fisik untuk mencari dan mengonsumsi obat atau mendatangi dokter dan rumah sakit juga perlu dilakukan, dan hati kita jangan menyakini bahwa obat dan dokter itulah yang menyembuhkan, agar kita tidak jatuh dalam kesyirikan.

4. Jika Yusuf tidak memberikan pesan kepada napi yang selamat, maka skenario Allah untuk menyelamatkan Yusuf pasti tetap ada dan terbukti. Begitupun kita harus sabar menjalani takdir dan keputusan Allah, karena skenario penyelamatan Allah akan tiba pada waktunya sesuai dengan kehendak-Nya bukan kehendak atau keinginan kita.

5. Perhatikan, jika hati dan sikap kita mengandalkan manusia atau makhluk, maka Allah akan menunda harapannya demi memperlihatkan kelemahan makhluk dan sebagai hukuman ketidak sabarannya. Terbukti napi yang dititipkan pesan oleh Yusuf justru lupa dengan pesannya. Dia dilupakan oleh setan. Hal ini menunjukkan bahwa lupa itu penyakit yang disebabkan oleh setan seperti kisah lupannya pelayan Nabi Musa saat menemani beliau untuk mencari Nabi Khidir.

Pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dan bergantung hanya kepada-Nya. Perbanyaklah dzikir mengingat Allah, agar kita diingat oleh Allah.

Allahu A'lam

Baca Juga: Surat Yusuf Ayat 41: Kehebatan Nabi Yusuf Menakwilkan Mimpi 2 Napi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!