Kisah Imam Al-Ghazali Mendapat Pencerahan Spritual dari Tukang Sol Sepatu
Selasa, 29 Maret 2022 - 15:33 WIB
Seusai shalat Imam Al-Ghazali bertanya kepada Ahmad, "Mengapa engkau memisahkan diri (Muffaragah) dalam shalat yang saya imami?"
Saudaranya menjawab: "Aku memisahkan diri, karena aku melihat perutmu berlumuran darah".
Mendengar jawaban saudaranya itu, Imam Al-Ghazali mengakui hal itu mungkin karena dia ketika shalat hatinya, sedangkan dia sedang memikirkan persoalan masalah fiqih yang berhubungan haid seorang wanita yang Mutahayyirah.
Imam Al-Ghazali bertanya kepada saudaranya: "Dari manakah engkau belajar ilmu pengetahuan seperti itu?"
Saudaranya menjawab: "Aku belajar ilmu kepada Syekh Al Utaqy al-Khurazy, seorang tukang jahit sandal-sandal bekas (tukang sol sepatu)."
Imam Al-Ghazali pun lalu pergi berguru kepadanya. Setelah berjumpa, ia berkata kepada Syekh Al-Kkhurazy: "Saya ingin belajar kepada Tuan".
Syekh itu berkata: "Mungkin saja engkau tidak kuat menuruti perintah-perintahku". Imam Al-Ghazali menjawab: "Insya Allah, saya kuat."
Syekh Al-Khurazy berkata: "Bersihkanlah lantai ini!".
Imam Al-Ghazali kemudian hendak menggunakan dengan sapu. Tetapi Syekh itu berkata: "Sapulah (bersihkanlah) dengan tanganmu."
Imam Al-Ghazali menyapunya lantai dengan tangannya, kemudian dia melihat kotoran yang banyak dan bermaksud menghindari kotoran itu. Namun Syekh itu berkata: "Bersihkan pula kotoran itu dengan tanganmu."
Imam Al-Ghazali lalu bersiap membersihkan dengan menyisingkan pakaiannya. Melihat keadaan yang demikian itu Syekh berkata: "Nah bersìhkan kotoran itu dengan pakaian seperti itu." Imam Al-Ghazali menuruti perintah Syekh Al Khurazy dengan tulus dan ridha.
Saudaranya menjawab: "Aku memisahkan diri, karena aku melihat perutmu berlumuran darah".
Mendengar jawaban saudaranya itu, Imam Al-Ghazali mengakui hal itu mungkin karena dia ketika shalat hatinya, sedangkan dia sedang memikirkan persoalan masalah fiqih yang berhubungan haid seorang wanita yang Mutahayyirah.
Imam Al-Ghazali bertanya kepada saudaranya: "Dari manakah engkau belajar ilmu pengetahuan seperti itu?"
Saudaranya menjawab: "Aku belajar ilmu kepada Syekh Al Utaqy al-Khurazy, seorang tukang jahit sandal-sandal bekas (tukang sol sepatu)."
Imam Al-Ghazali pun lalu pergi berguru kepadanya. Setelah berjumpa, ia berkata kepada Syekh Al-Kkhurazy: "Saya ingin belajar kepada Tuan".
Syekh itu berkata: "Mungkin saja engkau tidak kuat menuruti perintah-perintahku". Imam Al-Ghazali menjawab: "Insya Allah, saya kuat."
Syekh Al-Khurazy berkata: "Bersihkanlah lantai ini!".
Imam Al-Ghazali kemudian hendak menggunakan dengan sapu. Tetapi Syekh itu berkata: "Sapulah (bersihkanlah) dengan tanganmu."
Imam Al-Ghazali menyapunya lantai dengan tangannya, kemudian dia melihat kotoran yang banyak dan bermaksud menghindari kotoran itu. Namun Syekh itu berkata: "Bersihkan pula kotoran itu dengan tanganmu."
Imam Al-Ghazali lalu bersiap membersihkan dengan menyisingkan pakaiannya. Melihat keadaan yang demikian itu Syekh berkata: "Nah bersìhkan kotoran itu dengan pakaian seperti itu." Imam Al-Ghazali menuruti perintah Syekh Al Khurazy dengan tulus dan ridha.
Lihat Juga :