Amru bin Jumuh: Si Pincang yang Syahid di Perang Uhud

Rabu, 06 April 2022 - 13:39 WIB
"Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke sana," kata Amru tetap berkeras.

Baca juga: Kisah di Balik Perang Uhud (2-Habis): Ketika Rasulullah Terjebak Perangkap Kafir Quraisy

Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan kepadanya."

Dengan terpincang-pincang Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka”.

Doa Terkabul

Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah Sayyidah Aisyah . Di tengah perjalanan pulang itu Sayyidah Aisyah melihat Hindun, istri Amru bin Jumuh, sedang menuntun unta ke arah Madinah. Aisyah bertanya: "Bagaiman beritanya?"

"Baik-baik, Rasulullah selamat. Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan," jawab Hindun.

"Mayat siapakah di atas unta itu?"

"Saudaraku, anakku dan suamiku."

"Akan dibawa ke mana?"

"Akan dikubur di Madinah."

Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah.

"Barangkali terlalu berat," kata Sayyidah Aisyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!