Tagih Zakat, Abu Nawas Ajak Baginda Menjadi Pengemis
Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:20 WIB
"Bagaimanapun juga, dia dulu adalah orang yang paling rajin membayar zakat. Tapi entah kenapa semakin dia kaya raya, malah makin malas membayar zakat," lanjut Baginda.
Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi
Secara pribadi, Abu Nawas lebih senang jika Tuan Kabul dihukum penjara. Dengan begitu semua permasalahan menjadi beres. Keinginan Abu Nawas itu bukan tanpa sebab. Dia tahu dan semua orang juga sudah tahu bahwa Tuan Kabul sangatlah kikir dan bakhil.
Abu Nawas amat benci Tuan Kabul. Karena Baginda tak mau menjebloskan ke dalam penjara, maka mau tidak mau Abu Nawas ikut memikirkan jalan keluarnya.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Akhirnya Abu Nawas meminta waktu beberapa hari untuk memikirkan jalan keluarnya. Seperti biasa, jika sudah begitu Abu Nawas langsung pamit begitu menerima hadiah dari Baginda Raja. “Ingat, kamu harus berhasil Abu,” ujar Baginda menekankan.
Setelah sepekan, Abu Nawas kembali ke istana. "Bagaimana? Apa taktikmu sekarang?" tanya Baginda Raja.
"Beres Baginda, sudah ditemukan caranya. Cuma, saya dan Baginda harus jadi pengemis. Apakah Baginda bersedia?" tanya Abu Nawas.
Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas
Pada mulanya, Baginda Raja agak kaget dengan ide Abu Nawas. Karena ada rasa keinginan kuat untuk menyadarkan Tuan Kabul, akhirnya rajapun bersedia.
Dengan memakai pakaian layaknya pengemis, Abu Nawas dan Baginda Raja pergi meluncur ke rumah Tuan Kabul. Kebetulan, pada saat itu, Tuan Kabul berada di rumah.
Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu
Abu Nawas segera saja mengucapkan salam dan menyapa Tuan Kabul.
"Apakah Tuan mempunyai uang rewceh?" kata Abu Nawas.
Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi
Secara pribadi, Abu Nawas lebih senang jika Tuan Kabul dihukum penjara. Dengan begitu semua permasalahan menjadi beres. Keinginan Abu Nawas itu bukan tanpa sebab. Dia tahu dan semua orang juga sudah tahu bahwa Tuan Kabul sangatlah kikir dan bakhil.
Abu Nawas amat benci Tuan Kabul. Karena Baginda tak mau menjebloskan ke dalam penjara, maka mau tidak mau Abu Nawas ikut memikirkan jalan keluarnya.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Akhirnya Abu Nawas meminta waktu beberapa hari untuk memikirkan jalan keluarnya. Seperti biasa, jika sudah begitu Abu Nawas langsung pamit begitu menerima hadiah dari Baginda Raja. “Ingat, kamu harus berhasil Abu,” ujar Baginda menekankan.
Setelah sepekan, Abu Nawas kembali ke istana. "Bagaimana? Apa taktikmu sekarang?" tanya Baginda Raja.
"Beres Baginda, sudah ditemukan caranya. Cuma, saya dan Baginda harus jadi pengemis. Apakah Baginda bersedia?" tanya Abu Nawas.
Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas
Pada mulanya, Baginda Raja agak kaget dengan ide Abu Nawas. Karena ada rasa keinginan kuat untuk menyadarkan Tuan Kabul, akhirnya rajapun bersedia.
Dengan memakai pakaian layaknya pengemis, Abu Nawas dan Baginda Raja pergi meluncur ke rumah Tuan Kabul. Kebetulan, pada saat itu, Tuan Kabul berada di rumah.
Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu
Abu Nawas segera saja mengucapkan salam dan menyapa Tuan Kabul.
"Apakah Tuan mempunyai uang rewceh?" kata Abu Nawas.
Lihat Juga :