alexametrics

Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi

loading...
Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi
Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib. Ilustrasi/Ist
Nasruddin Hoja adalah seorang sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol di bawah panglima Timur Lenk yang kejam. Timur Lenk banyak sekali melakukan penghancuran kebudayaan, tetapi dengan berbagai kecerdikan, Nasruddin dapat melewati masa suram itu.

Baca juga: Nasruddin Hoja Pilih Kekayaan Ketimbang Kebijaksanaan, Mengapa?

Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasruddin. Nasruddin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktik. Darwis itu pun bersedia menemani Nasruddin dan melihat perilakunya.




Malam itu Nasruddin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya. "Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasruddin.

Setelah api besar, Nasruddin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasruddin menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian meniup-niup sopnya.

"Mengapa sop itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih dingin dan enak dimakan," jawab Nasruddin.

"Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus si darwis, "Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu."

Ah, konsistensi.

***

Suatu kali ada yang bertanya kepada Nasruddin, "Apa artinya nasib, Mullah ?"

"Asumsi-asumsi."

"Bagaimana ?"

"Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib." (Baca juga: Roti Hangat, Dokumen Pemungutan Pajak Nasruddin Hoja)
(mhy)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
اُدۡعُوۡا رَبَّكُمۡ تَضَرُّعًا وَّخُفۡيَةً‌ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ‌
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

(QS. Al-A’raf:55)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak