Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:10 WIB
loading...
Sultan heran melihat Abu Nawas pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Ilustrasi/Ist
A
A
A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). (Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu )
Pada suatu hari, Sultan Harun al-Rasyid memanggil Abu Nawas menghadap ke Istana. Kali ini Sultan ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Sesampainya di hadapan Sultan, Abu Nawas pun menyembah. Dan Sultan bertitah, “Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai bicara, bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu seminggu? Kalau gagal, akan aku penggal lehermu."
Baca juga: Abu Nawas Hamil dan Hendak Melahirkan, Baginda Jadi Dukun Beranak
Abu Nawas terbengong-bengong. Tapi bukan Abu Nawas kalau tak bisa memenuhi keinginan Baginda Raja, segendeng apa pun permintaan itu. “Baiklah, tuanku Syah Alam. Hamba junjung tinggi titah tuanku,” ujar Abu Nawas menyanggupi.
Semua punggawa istana yang hadir pada saat itu, berkata dalam hati, “Habislah kau Abu Nawas!”
Abu Nawas bermohon diri dan pulang ke rumah. Begitu sampai di kediamannya, ia duduk berdiam diri merenungkan keinginan Sultan. Seharian ia tidak keluar rumah, sehingga membuat tetangga heran. Ia baru keluar rumah persis setelah seminggu kemudian, yaitu batas waktu yang diberikan Sultan kepadanya.
Ia segera menuju kerumunan orang banyak, lalu ujarnya, “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”
Baca juga: Abu Nawas Pening, Baginda Minta Harimau Berjenggot
Orang-orang yang menjawab benar akan dia lepaskan, tetapi orang-orang yang menjawab salah, akan ia tahan. Dan ternyata, tidak ada seorangpun yang menjawab dengan benar. Tak ayal, Abu Nawas pun marah-marah kepada mereka, “Begitu saja kok anggak bisa menjawab. Kalau begitu, mari kita menghadap Sultan Harun Al-Rasyid, untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya,” hardik Abu Nawas.
Keesokan harinya, balairung istana Baghdad dipenuhi warga masyarakat yang ingin tahu kesanggupan Abu Nawas mambawa enam ekor Lembu berjenggot yang fasih berbicara dengan bahasa manusia.
Pada suatu hari, Sultan Harun al-Rasyid memanggil Abu Nawas menghadap ke Istana. Kali ini Sultan ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Sesampainya di hadapan Sultan, Abu Nawas pun menyembah. Dan Sultan bertitah, “Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai bicara, bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu seminggu? Kalau gagal, akan aku penggal lehermu."
Baca juga: Abu Nawas Hamil dan Hendak Melahirkan, Baginda Jadi Dukun Beranak
Abu Nawas terbengong-bengong. Tapi bukan Abu Nawas kalau tak bisa memenuhi keinginan Baginda Raja, segendeng apa pun permintaan itu. “Baiklah, tuanku Syah Alam. Hamba junjung tinggi titah tuanku,” ujar Abu Nawas menyanggupi.
Semua punggawa istana yang hadir pada saat itu, berkata dalam hati, “Habislah kau Abu Nawas!”
Abu Nawas bermohon diri dan pulang ke rumah. Begitu sampai di kediamannya, ia duduk berdiam diri merenungkan keinginan Sultan. Seharian ia tidak keluar rumah, sehingga membuat tetangga heran. Ia baru keluar rumah persis setelah seminggu kemudian, yaitu batas waktu yang diberikan Sultan kepadanya.
Ia segera menuju kerumunan orang banyak, lalu ujarnya, “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”
Baca juga: Abu Nawas Pening, Baginda Minta Harimau Berjenggot
Orang-orang yang menjawab benar akan dia lepaskan, tetapi orang-orang yang menjawab salah, akan ia tahan. Dan ternyata, tidak ada seorangpun yang menjawab dengan benar. Tak ayal, Abu Nawas pun marah-marah kepada mereka, “Begitu saja kok anggak bisa menjawab. Kalau begitu, mari kita menghadap Sultan Harun Al-Rasyid, untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya,” hardik Abu Nawas.
Keesokan harinya, balairung istana Baghdad dipenuhi warga masyarakat yang ingin tahu kesanggupan Abu Nawas mambawa enam ekor Lembu berjenggot yang fasih berbicara dengan bahasa manusia.
Lihat Juga :