Cara Orang Munafik Menjalani Ramadhan, Semoga Kita Tidak Termasuk di Dalamnya
Selasa, 12 April 2022 - 03:40 WIB
Bagi orang munafik, Ramadhan merupakan bulan yang sangat berat untuk menjalani ibadah puasa. Foto ilustrasi/dok pixabay
Allah dan Rasul-Nya telah mengingatkan kita akan bahaya sifat munafik. Orang yang memiliki sifat tercela ini biasanya tidak bersemangat menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Bagi orang mukmin beriman, mereka merasakan kebahagiaan saat menjalani puasa Ramadhan. Bagaimana tidak bahagia? Pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, pahala amal saleh dilipatgandakan. Bahkan Allah menjanjikan ampunan bagi yang ikhlas berpuasa di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya
Namun tidak demikian dengan orang munafik yang menganggap Ramadhan sebagai beban yang berat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah:
قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرُكُمْ هَذَا بِمَحْلُوْفِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا دَخَلَ عَلَى المُؤْمِنِيْنَ شَهْرٌ خَيْرٌ لَهُمْ مِنْهُ، وَمَا دَخَلَ عَلَى المُنَافِقِيْنَ شَهْرٌ شَرٌّ لَهُمْ مِنْهُ (رواه ابن خزيمة)
Artinya: "Bulan ini telah menaungi kalian dengan sumpah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Sungguh tidak ada bulan yang datang kepada orang-orang beriman yang lebih baik daripada bulan Ramadhan. Dan sungguh tidak ada bulan yang datang kepada orang-orang munafik yang lebih buruk daripada bulan Ramadhan. (HR Ibnu Khuzaimah)
Berikut cara orang munafik menjalani Ramadhan sebagaimana disampaikan Ulama Hadhramaut Yaman, Al-Habib Umar bin Hafizh dalam satu ceramahnya.
"Pikirannya seputar ibadah, berapa ia baca Al-Qur'an, berapa sholat yang ia akan hadiri. Tidak mencari sholat Tarawih yang paling cepat, di mana itu? yang paling cepat seakan dia sumpek ingin segera keluar dari hadapan Allah. Tidak merasa nyaman bersama Allah.
Kalau Imam 10 menit lebih lama, ia berkata "ini kelamaan, berat begini". Kalau sinetron tidak terasa lama untuknya. Menggunjing dan mengadu domba tidak terasa lama untuknya. Mau ghibah (menggunjing) 1 jam 2 jam ayo, dia akan menggunjing tetangganya semuanya.
Bagi orang mukmin beriman, mereka merasakan kebahagiaan saat menjalani puasa Ramadhan. Bagaimana tidak bahagia? Pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, pahala amal saleh dilipatgandakan. Bahkan Allah menjanjikan ampunan bagi yang ikhlas berpuasa di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya
Namun tidak demikian dengan orang munafik yang menganggap Ramadhan sebagai beban yang berat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah:
قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرُكُمْ هَذَا بِمَحْلُوْفِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا دَخَلَ عَلَى المُؤْمِنِيْنَ شَهْرٌ خَيْرٌ لَهُمْ مِنْهُ، وَمَا دَخَلَ عَلَى المُنَافِقِيْنَ شَهْرٌ شَرٌّ لَهُمْ مِنْهُ (رواه ابن خزيمة)
Artinya: "Bulan ini telah menaungi kalian dengan sumpah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Sungguh tidak ada bulan yang datang kepada orang-orang beriman yang lebih baik daripada bulan Ramadhan. Dan sungguh tidak ada bulan yang datang kepada orang-orang munafik yang lebih buruk daripada bulan Ramadhan. (HR Ibnu Khuzaimah)
Berikut cara orang munafik menjalani Ramadhan sebagaimana disampaikan Ulama Hadhramaut Yaman, Al-Habib Umar bin Hafizh dalam satu ceramahnya.
"Pikirannya seputar ibadah, berapa ia baca Al-Qur'an, berapa sholat yang ia akan hadiri. Tidak mencari sholat Tarawih yang paling cepat, di mana itu? yang paling cepat seakan dia sumpek ingin segera keluar dari hadapan Allah. Tidak merasa nyaman bersama Allah.
Kalau Imam 10 menit lebih lama, ia berkata "ini kelamaan, berat begini". Kalau sinetron tidak terasa lama untuknya. Menggunjing dan mengadu domba tidak terasa lama untuknya. Mau ghibah (menggunjing) 1 jam 2 jam ayo, dia akan menggunjing tetangganya semuanya.
Lihat Juga :