Jarang Diketahui! Inilah Asbabun Nuzul Diturunkannya Surat Al-Qadar
Jum'at, 29 April 2022 - 03:05 WIB
Malik bin Annas berkata: "Aku mengira Rasulullah itu sebagai orang yang panjang umurnya, maka aku menganggap umat Nabi Muhammad pendek umurnya, dan aku takut umat Nabi tidak dapat menyamai umur umat yang lain. Maka Allah memberikan Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad yaitu lebih baik dari seribu bulan (83 tahun 4 bulan) umur umat yang lain.
Hal yang sama terdapat dalam Tafsir At-Thabari, yakni: "Diceritakan kepada Ibnu Humaid, ia berkata, diceritakan kepada kita Hakkam bin Salim dari Mutsanna bin As-Shabbah dari Mujahid, ia berkata: "Ada laki-laki dari Bani Israil yang pada malam harinya ia beribadah sampai pagi, kemudian siang harinya ia berjihad melawan musuh hingga sore, maka hal yang seperti itu ia lakukan selama 1000 bulan. Maka Allah menurunkan ayat: "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari pada seribu bulan". Beribadah pada malam tersebut lebih baik dari pada amal yang dilakukan laki-laki tersebut.
Adapun Asbabun Nuzul yang dikutip oleh Abdul Aziz Muhammad As-Salam adalah sebagaimana tertera dalam riwayat Ibnu Abbas bahwa Jibril. menuturkan kepada Rasulullah SAW seorang pejuang tangguh bernama Syam'un.
Ia pernah memerangi orang-orang kafir selama 1000 bulan. Dengan sekali tebasan senjatanya, ia mampu membunuh banyak orang kafir. Begitulah yang ia lakukan sampai usianya menginjak 1000 bulan. Dengan bantuan istrinya yang berkhianat, orang-orang kafir dapat memperdayanya dan hendak membunuhnya. Akan tetapi, Allah menyelamatkannya. Sebagai rasa syukur, ia beribadah kepada Allah. Malam harinya ia gunakan untuk sholat, sedangkan siang harinya berpuasa.
Mendengar cerita itu, para sahabat menangis merindukan dapat melakukan hal yang sama. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah! Tahukah engkau berapa banyak pahala Syam'un?" Beliau menjawab: "Tidak tahu." Setelah itu, turunlah Surat Al-Qadr. Jibril lalu berkata: "Wahai Muhammad, Allah telah memberimu dan umatmu Lailatul Qadar. Beribadahlah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan."
Dalam riwayat lain, seperti yang terdapat pada Kitab Muwattha. "Dan diceritakan kepadaku Ziyad dari Malik sesungguhnya aku mendengar dari ahli ilmu, sesungguhnya Rasulullah diberitahu rata-rata umat manusia sebelumnya atau sesuatu yang dikehendaki Allah dalam hal itu, maka seolah-olah usia umatnya sangat pendek jika dibanding dengan usia umat-umat terdahulu. Sehingga mereka tidak akan dapat menyamai amalan yang dicapai oleh umat selain mereka yang memiliki usia lebih panjang. Maka Allah memberikan kepada beliau dan umatnya Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Referensi:
1. Buku Pedoman Puasa karya Hasbi ash-Shiddieqy.
2. Tafsir Al-Mishbah pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an karya M Quraish Shihab.
3. Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhrur Razi.
Hal yang sama terdapat dalam Tafsir At-Thabari, yakni: "Diceritakan kepada Ibnu Humaid, ia berkata, diceritakan kepada kita Hakkam bin Salim dari Mutsanna bin As-Shabbah dari Mujahid, ia berkata: "Ada laki-laki dari Bani Israil yang pada malam harinya ia beribadah sampai pagi, kemudian siang harinya ia berjihad melawan musuh hingga sore, maka hal yang seperti itu ia lakukan selama 1000 bulan. Maka Allah menurunkan ayat: "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari pada seribu bulan". Beribadah pada malam tersebut lebih baik dari pada amal yang dilakukan laki-laki tersebut.
Adapun Asbabun Nuzul yang dikutip oleh Abdul Aziz Muhammad As-Salam adalah sebagaimana tertera dalam riwayat Ibnu Abbas bahwa Jibril. menuturkan kepada Rasulullah SAW seorang pejuang tangguh bernama Syam'un.
Ia pernah memerangi orang-orang kafir selama 1000 bulan. Dengan sekali tebasan senjatanya, ia mampu membunuh banyak orang kafir. Begitulah yang ia lakukan sampai usianya menginjak 1000 bulan. Dengan bantuan istrinya yang berkhianat, orang-orang kafir dapat memperdayanya dan hendak membunuhnya. Akan tetapi, Allah menyelamatkannya. Sebagai rasa syukur, ia beribadah kepada Allah. Malam harinya ia gunakan untuk sholat, sedangkan siang harinya berpuasa.
Mendengar cerita itu, para sahabat menangis merindukan dapat melakukan hal yang sama. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah! Tahukah engkau berapa banyak pahala Syam'un?" Beliau menjawab: "Tidak tahu." Setelah itu, turunlah Surat Al-Qadr. Jibril lalu berkata: "Wahai Muhammad, Allah telah memberimu dan umatmu Lailatul Qadar. Beribadahlah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan."
Dalam riwayat lain, seperti yang terdapat pada Kitab Muwattha. "Dan diceritakan kepadaku Ziyad dari Malik sesungguhnya aku mendengar dari ahli ilmu, sesungguhnya Rasulullah diberitahu rata-rata umat manusia sebelumnya atau sesuatu yang dikehendaki Allah dalam hal itu, maka seolah-olah usia umatnya sangat pendek jika dibanding dengan usia umat-umat terdahulu. Sehingga mereka tidak akan dapat menyamai amalan yang dicapai oleh umat selain mereka yang memiliki usia lebih panjang. Maka Allah memberikan kepada beliau dan umatnya Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Referensi:
1. Buku Pedoman Puasa karya Hasbi ash-Shiddieqy.
2. Tafsir Al-Mishbah pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an karya M Quraish Shihab.
3. Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhrur Razi.
Lihat Juga :