Kumpulan Hadis Seputar Bulan Ramadhan (4)
Sabtu, 25 April 2020 - 08:30 WIB
23. Orang yang Puasanya Sia-sia.
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
"Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja". (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)
Syeikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: Hasan. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 9685), Syeikh Husein Salim Asad mengatakan: Hadis ini shahih. (Sunan Ad Darimi No. 2720. Cet. 1, 1407H. Darul Kitab Al ‘Arabi, Beirut)
24. Mencium Istri Jika Mampu Menahan Diri.
Diriwayatkan dari Umar radhilallahu 'anhu:
عنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ قُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ
"Suatu hari bangkitlah syahwat saya, lalu saya mencium istri, saat itu saya sedang puasa. Maka saya datang kepada Rasulullah SAW, saya berkata: "Hari ini, Aku telah melakukan hal yang besar, aku mencium istri padahal sedang puasa." Rasulullah SAW bersabda: "Apa pendapatmu jika kamu bekumur-kumur dengan air dan kamu sedang berpuasa?", Saya (Umar) menjawab: "Tidak mengapa." Maka Rasulullah bersabda: “Lalu, kenapa masih ditanya?" (HR. Ahmad, No. 138, 372. Al Hakim, Al Mustadrak No. 1572, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 7808, 8044. Ibnu Khuzaimah No. 1999)
Hadis ini dishahihkan oleh Imam Al Hakim. (Al Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 1572). Syeikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 138). Syaikh Al A’zhami (Tahqiq Shahih Ibnu Khuzaimah No. 1999)
Hadis di atas menerangkan bahwa mencium isteri dan berkumur-kumur hukumnya boleh, kecuali berlebihan hingga bersyahwat, apalagi mengeluarkan air mani.
Dari Abu Salamah, bahwa 'Aisyah RA berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبل بعض نسائه وهو صائم. قلت لعائشة: في الفريضة والتطوع؟ قالت عائشة: في كل ذلك، في الفريضة والتطوع
"Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya dan dia sedang puasa dan aku juga berpuasa." Aku (Abu Salamah) berkata kepada 'Aisyah: "Apakah pada puasa wajib atau sunnah?" Beliau menjawab: "Pada semuanya, baik puasa wajib dan sunah." (HR. Ibnu Hibban No. 3545). [Baca Juga: Kumpulan Hadis Seputar Bulan Ramadhan (3)]
(bersambung)
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
"Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja". (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)
Syeikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: Hasan. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 9685), Syeikh Husein Salim Asad mengatakan: Hadis ini shahih. (Sunan Ad Darimi No. 2720. Cet. 1, 1407H. Darul Kitab Al ‘Arabi, Beirut)
24. Mencium Istri Jika Mampu Menahan Diri.
Diriwayatkan dari Umar radhilallahu 'anhu:
عنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ قُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ
"Suatu hari bangkitlah syahwat saya, lalu saya mencium istri, saat itu saya sedang puasa. Maka saya datang kepada Rasulullah SAW, saya berkata: "Hari ini, Aku telah melakukan hal yang besar, aku mencium istri padahal sedang puasa." Rasulullah SAW bersabda: "Apa pendapatmu jika kamu bekumur-kumur dengan air dan kamu sedang berpuasa?", Saya (Umar) menjawab: "Tidak mengapa." Maka Rasulullah bersabda: “Lalu, kenapa masih ditanya?" (HR. Ahmad, No. 138, 372. Al Hakim, Al Mustadrak No. 1572, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 7808, 8044. Ibnu Khuzaimah No. 1999)
Hadis ini dishahihkan oleh Imam Al Hakim. (Al Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 1572). Syeikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 138). Syaikh Al A’zhami (Tahqiq Shahih Ibnu Khuzaimah No. 1999)
Hadis di atas menerangkan bahwa mencium isteri dan berkumur-kumur hukumnya boleh, kecuali berlebihan hingga bersyahwat, apalagi mengeluarkan air mani.
Dari Abu Salamah, bahwa 'Aisyah RA berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبل بعض نسائه وهو صائم. قلت لعائشة: في الفريضة والتطوع؟ قالت عائشة: في كل ذلك، في الفريضة والتطوع
"Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya dan dia sedang puasa dan aku juga berpuasa." Aku (Abu Salamah) berkata kepada 'Aisyah: "Apakah pada puasa wajib atau sunnah?" Beliau menjawab: "Pada semuanya, baik puasa wajib dan sunah." (HR. Ibnu Hibban No. 3545). [Baca Juga: Kumpulan Hadis Seputar Bulan Ramadhan (3)]
(bersambung)
(rhs)
Lihat Juga :