Hukum Menggabung Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Sunnah Syawal

Senin, 16 Mei 2022 - 07:30 WIB
Pelaksanaan puasa sunnah enam hari Syawal terdapat dua cara, yaitu:

1. Dilaksanakan setelah hari Raya pertama Idul Fithri (yaitu hari kedua bulan Syawal) dengan cara bersambung tidak terpisah-pisah. Cara ini adalah lebih afdhol (utama).

2. Dengan cara tidak bersambung yaitu terpisah-pisah, cara ini pun juga masih tetap mendapatkan kesunnahannya.

Berikut Lafaz Niat Puasa Qadha Ramadhan digabung dengan puasa sunnah Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَعَنْ سِتٍّ مٍنْ شَوَّال لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin an qadhaa i fardhi syahri Ramadhoona wa 'an sittatin min Syawwali Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa esok hari dari mengqadha puasa fardhu bulan Ramadhan dan puasa enam syawal karena Allah Ta'ala."

Referensi:

1. Kitab I'aanah ath-Thoolibiin Juz 2 Hal. 252.

2. Hasyiah al-Bujairomi 'alaa al-Khotiib Juz 2 Hal. 404.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!