Kritik Gus Baha kepada Mereka yang Minta Didoakan Haji Mabrur
Sabtu, 28 Mei 2022 - 10:40 WIB
Permintaan doa juga sampai ketika Gus Baha berada di Makkah. Santri-santri Pondok Pesantren Sarang, Rembang juga pernah memintanya berdoa saat berada di Multazam. Gus Baha dengan tegas menolak, "Moh (gak mau)!"
Gus Baha yang juga pengajar di pondok tersebut meminta balik kepada mereka untuk mengaji lebih dulu. Setelahnya, baru ia akan berdoa untuk mereka jika ingat. Kalau tidak, ia nggak berdoa. "Ngaji dulu. Setelah ngaji, saya doakan kalau ingat. Kalau nggak yaudah."
Akhirnya, mereka pun mengaji kitab Sahih Al-Bukhori kepada Gus Baha di lantai 3 jam 2 malam hingga Subuh. Barulah setelah itu, kiyai yang kerap memaki peci hitam dan kemeja putih itu berdoa kepada Allah untuk mereka.
Doa yang beliau panjatkan bukan soal haji atau keinginan mereka yang mungkin belum terwujudkan. Tetapi, Gus Baha berdoa agar mereka, para santri tersebut, dapat bermanfaat untuk umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan mau mengajarkan ilmunya.
"Gusti... semoga anak-anak ini ada manfaatnya bagi umat Rasulullah. Mau mengajar bukan keduniawian," harapnya kemudian diamini mereka.
Baca Juga: Macam-Macam Haji, Niat, serta Tata Caranya
Gus Baha yang juga pengajar di pondok tersebut meminta balik kepada mereka untuk mengaji lebih dulu. Setelahnya, baru ia akan berdoa untuk mereka jika ingat. Kalau tidak, ia nggak berdoa. "Ngaji dulu. Setelah ngaji, saya doakan kalau ingat. Kalau nggak yaudah."
Akhirnya, mereka pun mengaji kitab Sahih Al-Bukhori kepada Gus Baha di lantai 3 jam 2 malam hingga Subuh. Barulah setelah itu, kiyai yang kerap memaki peci hitam dan kemeja putih itu berdoa kepada Allah untuk mereka.
Doa yang beliau panjatkan bukan soal haji atau keinginan mereka yang mungkin belum terwujudkan. Tetapi, Gus Baha berdoa agar mereka, para santri tersebut, dapat bermanfaat untuk umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan mau mengajarkan ilmunya.
"Gusti... semoga anak-anak ini ada manfaatnya bagi umat Rasulullah. Mau mengajar bukan keduniawian," harapnya kemudian diamini mereka.
Baca Juga: Macam-Macam Haji, Niat, serta Tata Caranya
(rhs)
Lihat Juga :