Keadaan Matahari Bulan dan Bintang ketika Terjadi Kiamat

Senin, 30 Mei 2022 - 06:30 WIB
Muhammad Sulaiman Abdullah al-Asyqar dalam Zubdah al-Tafsir menjelaskan, lafal كُوِّرَتۡ dijadikan seperti bentuk bola yang bulat, dilipatkan atau dililitkan kemudian dihimpunkan dan dilemparkan dengannya (matahari).

Ibnu Abbas mengatakan maksud digulung adalah dimasukkan ke 'Arasy. Mujahid Abu 'Ubaidah berpendapat matahari digulung seperti sorban yang digulung, dilipat, lalu dimusnahkan. Sementara al-Rabi' ibn Khaitham berpendapat, dihempaskan.

Keadaan Bulan

Adapun keadaan bulan yang awalnya sangat indah. Pada awal bulan ia berbentuk Sabit dan berkembang menjadi bulan purnama yang indah hingga para pujangga menyenandungkan syair-syair keindahannya. Pada hari Kiamat, bulan akan menjadi gelap dan cahayanya hilang. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an:

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ (7) وَخَسَفَ الْقَمَرُ (8)

Artinya: "Maka apabila mata terbelalak (ketakutan). Dan apabila bulan telah hilang cahayanya." (QS Al-Qiyamah: 7-8)

Hilangnya cahaya bulan bukan seperti keadaan waktu gerhana bulan yang berlangsung sebentar, tetapi cahayanya hilang untuk selama-lamanya. Hal ini menyebabkan gelapnya alam semesta.

Pada saat itulah manusia yang kafir menyadari janji Allah menjadi kenyataan. Semua orang berusaha hendak menyelamatkan diri. Tetapi tak ada yang mampu lari dari peristiwa Kiamat tersebut.

Keadaan Bintang

Adapun keadaan bintang pada Hari Kiamat dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!