Hukum Hutang untuk Umroh, Bolehkah?
Rabu, 01 Juni 2022 - 09:56 WIB
Artinya, berkunjung ke Baitullah memiliki arti yang sangat penting bagi umat Islam. Bahkan sebagian umat Islam memilih untuk berhutang agar bisa pergi haji dan umroh. Lantas, bagaimana pandangan ulama terkait menggunakan dana dari hutang untuk haji atau umrah ini? Ulama masih berselisih pendapat soal asal dana untuk haji dan umroh.
Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya‘Umdatul ‘awwam syarh faidhil malikil ‘allam fi manasikil hajji wal ‘umrahmenjelaskan umroh itu disunahkan bagi orang yang benar-benar mampu secara finansial. Begitupun haji.
Kategori mampu dalam finasial untuk membiayai haji atau umrah itu termasuk sudah tidak memiliki hutang. Lalu memiliki ongkos perjalanan, mampu membiayai keluarga dan asisten rumah tangga yang ditinggalkan di rumah yang menjadi tanggung jawabnya selama pulang dan pergi dalam melaksanakan ibadah, dan memiliki biaya hidup selama di Tanah Suci.
Dari pernyataan itu dijelaskan bahwa orang yang akan berhaji atau umroh harus melunasi hutangnya lebih dulu bukan justru menambah hutang. Boleh berangkat jika rezekinya berlebih. Artinya, tidak perlu memaksakan diri untuk berhutang demi dapat melaksanakan ibadah haji ataupun umroh.
Begitu juga pendapat pimpinan pondok pesantren Al Bahjah KH Buya Yahya. Beliau berpendapat hendaknya dihindari berhutang untuk melaksanakan haji atau Umrah. "Pinjam dengan cara yang halal saja tidak dihimbau, apalagi pinjam yang haram (meminjam sistem ribawi). Tidak usah semacam itu, kalau inginumrohdari rezeki yang memang sudah dihadirkan oleh Allah,” kata Buya Yahya ketika menjawab pertanyaan jamaahnya dalam sebuah kajian yang ditayangkan chanel Youtube-nya Al-Bahjah TV.
Buya Yahyapun mengingatkan untuk tak memaksakan kehendak jika tak memiliki uang untukumroh. Apalagi sampai harus berhutang demi bisa pergiumroh.“Tidak usah memaksakan seperti itu, kalau anda nggak punya duit, sholat dhuha pun adalah pahala seperti haji danumroh,” ujar Buya Yahya.
Ulama mazhab Syafi'i, yakni Imam al-Zurqani dalamal-Fath al-Rabbaniberkata : “Baginya tidak wajib meminjam uang untuk melaksanakan haji. Dalam keadaan seperti ini, melaksanakan haji bisa menjadi makruh atau bahkan haram.”
Baca juga: Daripada Sibuk Cari Aib Orang, Ini 4 Langkah Menghitung Aib Diri Sendiri
Bolehkah dengan Cara Kredit?
Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya‘Umdatul ‘awwam syarh faidhil malikil ‘allam fi manasikil hajji wal ‘umrahmenjelaskan umroh itu disunahkan bagi orang yang benar-benar mampu secara finansial. Begitupun haji.
Kategori mampu dalam finasial untuk membiayai haji atau umrah itu termasuk sudah tidak memiliki hutang. Lalu memiliki ongkos perjalanan, mampu membiayai keluarga dan asisten rumah tangga yang ditinggalkan di rumah yang menjadi tanggung jawabnya selama pulang dan pergi dalam melaksanakan ibadah, dan memiliki biaya hidup selama di Tanah Suci.
Dari pernyataan itu dijelaskan bahwa orang yang akan berhaji atau umroh harus melunasi hutangnya lebih dulu bukan justru menambah hutang. Boleh berangkat jika rezekinya berlebih. Artinya, tidak perlu memaksakan diri untuk berhutang demi dapat melaksanakan ibadah haji ataupun umroh.
Begitu juga pendapat pimpinan pondok pesantren Al Bahjah KH Buya Yahya. Beliau berpendapat hendaknya dihindari berhutang untuk melaksanakan haji atau Umrah. "Pinjam dengan cara yang halal saja tidak dihimbau, apalagi pinjam yang haram (meminjam sistem ribawi). Tidak usah semacam itu, kalau inginumrohdari rezeki yang memang sudah dihadirkan oleh Allah,” kata Buya Yahya ketika menjawab pertanyaan jamaahnya dalam sebuah kajian yang ditayangkan chanel Youtube-nya Al-Bahjah TV.
Buya Yahyapun mengingatkan untuk tak memaksakan kehendak jika tak memiliki uang untukumroh. Apalagi sampai harus berhutang demi bisa pergiumroh.“Tidak usah memaksakan seperti itu, kalau anda nggak punya duit, sholat dhuha pun adalah pahala seperti haji danumroh,” ujar Buya Yahya.
Ulama mazhab Syafi'i, yakni Imam al-Zurqani dalamal-Fath al-Rabbaniberkata : “Baginya tidak wajib meminjam uang untuk melaksanakan haji. Dalam keadaan seperti ini, melaksanakan haji bisa menjadi makruh atau bahkan haram.”
Baca juga: Daripada Sibuk Cari Aib Orang, Ini 4 Langkah Menghitung Aib Diri Sendiri
Bolehkah dengan Cara Kredit?
Lihat Juga :