Hakim Pening Hadapi Kasus Sengketa Kebun Abu Nawas dan Tuan Tanah

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:32 WIB
Maka pada hari yang sudah ditentukan, sidang pun dilakukan, di salah satu ruang di istana. Dalam sidang itu, selain pihak yang bersengketa, hadir juga Baginda Raja. Rupanya Baginda ingin tahu siapa sesungguhnya yang mengaku-aku dan biang kerok keruwetan ini. Baginda yakin klaim Abu Nawas atas kebunnya tidak mengada-ada. Tapi sangat sulit bagi dirinya untuk begitu saja memenangkan Abu Nawas. (Baca juga: Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional )



Nah, untuk menguji kebenaran pengakuan atas klaim kebun itu maka hakim bertanya kepada kedua belah pihak yang bersengketa.

“Berapa jumlah pohon di dalam kebunmu?” tanya Hakim.

Tuan Tanah tampak kebingungan, bahkan cenderung panik. Sedangkan Abu Nawas tampak lebih tenang. Jujur Abu Nawas tidak pernah menghitung berapa jumlah pohon yang ada di kebunnya. Begitu juga Tuan Tanah. Lagi pula, siapa yang sudi menghitung pohon di kebun? (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Semut dan Capung)

"Bagaimana Anda mengakui itu kebun Anda, sementara Anda tidak kenal dengan kebun sendiri?" kata Hakim.

Tuan Tanah menunduk dalam-dalam. Ia tampaknya grogi berat. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu )

Di tengah tekanan hakim itu, Abu Nawas masih sempat mengapungkan senyum di bibirnya. “Berapa lama tuan hakim tinggal di rumah yang tuan miliki sekarang?” Abu Nawas balik bertanya.

“Sejak beberapa tahun yang lalu,” jawab hakim yang tak mengira akan mendapat balasan pertanyaan.(Baca juga: Sorban Kotor Abu Nawas yang Mendadak Menjadi Harum)

Lalu Abu Nawas bertanya lagi, “Berapa jumlah genting di rumah tuan?”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!