Ekspresi Orang Tua di Alam Kubur Ketika Diziarahi Anaknya
Jum'at, 10 Juni 2022 - 10:22 WIB
Rasulullah menganjurkan umatnya ziarah kubur karena dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan negeri akhirat. Foto/Ist
Ziarah kubur termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam, apalagi kepada orang tua atau kerabat. Ziarah berasal dari kata Zara-Yazuru-Ziyarah yang artinya berkunjung.
Bagaimana ekspresi orang tua di alam kubur ketika diziarahi dan didoakan anaknya? Perlu diketahui, ziarah kubur bukan berarti menyembah kuburan.
Baca Juga: Inilah Kondisi Mayit Ketika Diziarahi
Ziarah kubur merupakan salah satu Sunnah Nabi sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
Artinya: "Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, mengingatkan kalian akan negeri akhirat namun jangan kalian mengucapkan kata-kata batil (di dalamnya)." (HR Al-Hakim)
Ekspresi Orang Tua Saat Diziarahi
Dalam Kitab Ar-Ruh, Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan bahwa para ulama salaf sepakat jika mayit bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup dan mengetahui siapa yang menziarahinya.
Syaikh Muhammad al-Syanqithi berkata: "Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang telah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa perlunya ahli kubur kepada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya mengetahui hal ini."
Ulama Salaf, Utsman bin Sawad bercerita tentang ibunya, seorang perempuan yang ahli ibadah. Ketika ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata: "Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematianku, jangan Engkau abaikan diriku ketika mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku." Kemudian ia meninggal dunia.
Bagaimana ekspresi orang tua di alam kubur ketika diziarahi dan didoakan anaknya? Perlu diketahui, ziarah kubur bukan berarti menyembah kuburan.
Baca Juga: Inilah Kondisi Mayit Ketika Diziarahi
Ziarah kubur merupakan salah satu Sunnah Nabi sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
Artinya: "Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, mengingatkan kalian akan negeri akhirat namun jangan kalian mengucapkan kata-kata batil (di dalamnya)." (HR Al-Hakim)
Ekspresi Orang Tua Saat Diziarahi
Dalam Kitab Ar-Ruh, Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan bahwa para ulama salaf sepakat jika mayit bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup dan mengetahui siapa yang menziarahinya.
Syaikh Muhammad al-Syanqithi berkata: "Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang telah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa perlunya ahli kubur kepada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya mengetahui hal ini."
Ulama Salaf, Utsman bin Sawad bercerita tentang ibunya, seorang perempuan yang ahli ibadah. Ketika ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata: "Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematianku, jangan Engkau abaikan diriku ketika mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku." Kemudian ia meninggal dunia.
Lihat Juga :