Doa Nabi Isa Memohon Hidangan dari Langit, Perhatikan Susunan Katanya

Minggu, 12 Juni 2022 - 22:34 WIB
Dalam tafsir Kemenag, hal yang perlu kita perhatikan dalam doa ini ialah Nabi Isa lebih dahulu menyebutkan manfaat rohaniah yang akan diperoleh bila Allah mengabulkan doanya. Kemudian baru manfaat jasmaniah.

Faedah rohaniah ialah: turunnya hidangan itu akan merupakan hari yang amat penting dalam kehidupan umatnya, dan akan mereka jadikan hari raya, dimana mereka akan selalu mengenang rahmat Allah, dan mereka akan mengagungkan kebesaran kekuasaan-Nya. Hal ini akan menambah keyakinan mereka, dan akan memperkokoh keimanan kepada Allah.

Adapun faedah jasmaniah ialah makanan itu akan merupakan rezeki yang akan menghilangkan rasa lapar dan mengembalikan kesegaran dan kekuatan jasmani mereka.

Lain halnya kaum hawariyyin ketika mereka mengemukakan permintaan itu kepada Nabi Isa. Mereka mendahulukan penyebutan faedah jasmaniah, dan sesudah itu menyebutkan faedah rohaniahnya. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwa dengan susunan doanya itu, Nabi Isa mengajarkan kepada umatnya, agar mereka lebih mengutamakan sisi rohaniah daripada materil jasmaniah.

Disebutkan "Ma'idah" dalam surah ini yang berarti "hidangan" maka kata tersebut disepakati menjadi nama bagi Surat ini, yaitu Surat Al-Ma'idah. Terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah, yaitu di waktu Haji Wada'.

Baca Juga: Kisah Nabi Isa Menangis, Berdoa Meminta Hidangan dari Langit
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!