Kisah Ulama Tabi'in Bermimpi Melihat Keadaan Penghuni Kubur

Kamis, 16 Juni 2022 - 05:13 WIB
Pemuda itu menjawab: "Ia berada di kampung ini dan desa ini. Beritahu ibuku tentangku dan keadaanku. Jika ia tidak mempercayaimu, maka katakan kepadanya, 'Sesungguhnya di saku bajumu ada 100 mistqol perak peninggalan suamimu yang merupakan bagian warisan untuk anakmu. Maka ia nantinya akan mempercayaimu!"

Di hari kemudian, Tsabit Al-Banani mendatangi kampung yang dimaksud pemuda itu. Tidak lama kemudian, ia menemukan ibu pemuda itu dan memberitahu tentang keadaan anaknya dan tentang 100 mitsqol yang berada di saku bajunya. Kemudian si ibu pun jatuh pingsan. Ketika ia tersadar dari pingsannya, maka ia menyerahkan 100 mitsqol perak itu kepada Tsabit dan berkata: "Aku wakilkan kamu untuk bersedekah dengan uang-uang Dirham ini sebagai kiriman untuk anakku yang telah mati."

Kemudian Tsabit Al-Banani menerima 100 mitsqol itu dan menyedekahkannya karena pemuda itu. Pada malam Jumat berikutnya, Tsabit Al-Banani (seperti biasa) menziarahi saudara- saudaranya di kuburan itu. Saat berziarah, ia merasa ngantuk dan kemudian bermimpi lagi. Ssebuah mimpi yang sama seperti mimpi sebelumnya.

Di dalam mimpinya, ia melihat mayit pemuda itu telah mengenakan pakaian yang bagus, wajah yang cerah dan hati yang bahagia. Kemudian pemuda itu berkata: "Wahai Imam! Semoga Allah mengasihimu sebagaimana kamu telah mengasihiku."

Dari kisah di atas, sudah jelas bahwa orang yang sudah mati akan merasa tersakiti karena perlakuan buruk kerabat atau keuarganya yang masih hidup. Dan akan senang karena amal perbuatan baik dari keluarganya yang masih hidup.

Baca Juga: Ekspresi Orang Tua di Alam Kubur Ketika Diziarahi Anaknya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!