Inilah Hal-hal yang Dilarang di Bulan Dzulhijjah

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:15 WIB
Ada banyak amalan yang dianjurkan dilaksanakan di bulan Dzulhijjah, namun ada juga beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di bulan tersebut. Foto ilustrasi/SINDONews
Ada banyak amalan yang dianjurkan dilaksanakan di bulan Dzulhijjah , namun ada juga beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di bulan tersebut. Apa saja amalan yang dilarang di salah satu bulan haram atau bulan istimewa itu? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai larangan di bulan Dzulhijjah :

1. Larangan berbuat dzalim

Allah Ta'ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظۡلِمُوۡا فِيۡهِنَّ اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ وَقَاتِلُوا الۡمُشۡرِكِيۡنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ كَآفَّةً‌  ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الۡمُتَّقِيۡنَ


“Sesungguhnya bilangan pada bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah : 36).

Baca juga: Sambut Bulan Dzulhijjah, Ini 5 Amalan yang Sangat Dianjurkan



Ayat tersebut menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun yang ditetapkan ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut, ada 4 bulan haram yaitu Dzulkadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Maka, umat muslim dilarang untuk melakukan kezaliman untuk diri sendiri. Bahkan tidak hanya karena bulan Dzhulhijjah saja, tetapi untuk setiap harinya di bulan-bulan yang lainnya juga. Umat muslim yang melakukan suatu amalan di bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala begitu besar.

2. Dilarang memberi kesusahan pada orang Lain

Dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkanlah dia.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan mengenai doa dari Rasulullah SAW terhadap orang yang diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengurusi kaum sesamanya, tetapi dia tidak melakukannya dengan baik malah memberikan kesusahan. Maka, orang tersebut akan mendapatkan kesusahan pula.

Sedangkan, orang yang memberikan kemudahan dan mengurusi urusan kaum sesamanya dengan baik walaupun ada yang di luar kemampuannya. Maka orang tersebut akan mendapatkan pahala.

3. Melalaikan kesempatan beramal shaleh
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!