Haji dan Panggilan Kemanusiaan

Kamis, 30 Juni 2022 - 19:33 WIB
Panggilan kemanusiaan universal juga mengingatkan universalitas "kesetaraan manusia" (human equality) yang pernah dideklarasikan Rasul Allah, Muhammad SAW, di Padang Arafah. Bahkan jauh sebelum Komisi HAM melakukan hal sama hanya diabad lalu.

Secara khusus, amalan-amalan haji pada galibnya berhubungan dengan Nabi Allah Ibrahim. Juga sebuah indikasi bahwa Islam itu adalah dasar dari agama-agama monoteisme. Ibrahimlah pertama kali yang sesungguhnya mengumumkan jika umat monoteis itu bernama "Muslim".

"Dialah (Ibrahim) yang pertama kali menamaimu Muslim." (Al-Qur'an)

Dengan haji umat Islam akan terus menyadari dan memperjuangkan kesetaraan kemanusiaan itu. Dengan haji umat juga tersadarkan bahwa semua orang dalam agama ini memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sekaligus memilii peluang yang sama untuk menjadi "the Best" (terbaik).

Jika di Amerika ada slogan "Equal Opportunity" atau peluang yang sama dalam dunia, maka di agama ini peluang sama itu juga ada dalam segala hal. Termasuk peluang menjadi yang terbaik dan termulia.

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." (QS Al-Hujurat: 13)

Pesan-pesan haji akan kembali mengingatkan dan membangun kesadaran itu. Bahwa Islammu tidak ditentukan oleh kebangsaan dan rasmu. Tapi oleh iman, karakter dan karyamu. Kesemunya menyatu dalam satu kata: Taqwa.

Sebuah terminologi yang tidak didefenisikan oleh apapun, kecuali hati (iman), karya (amal) dan karakter kepribadian (akhlak) manusia. Dan haji yang diterima dengan sebutan "mabrur" itu ditandai oleh hadirnya perubahan hidup manusia dalam iman, amal, akhlaknya. Semoga jamaah haji kita dikaruniai kemabruran dalam berhaji. Aamin!

Udara Doha-NYC, 29 Juni 2022

Baca Juga: Total 68.774 Jamaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!