Keutamaan Ayat Kursi Mengandung 10 Kalimat Istimewa
Kamis, 14 Juli 2022 - 16:44 WIB
Artinya: "Tidak mengantuk dan tidak tidur."
Artinya, Dia tidak pernah terkena kekurangan, tidak lupa, tidak pula lalai terhadap makhluk-Nya. Bahkan Dia mengurus semua jiwa berikut amal perbuatannya, lagi menyaksikan segala sesuatu. Tiada sesuatu pun yang gaib (tidak diketahui) oleh-Nya, tiada suatu perkara yang samar pun yang tidak diketahui-Nya. Di antara kesempurnaan sifat Qayyum-Nya ialah Dia tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur.
4. Kepunyaan-Nya Apa yang di Langit dan di Bumi
Kalimat berikutnya dalam Ayat Kursi yaitu:
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ
Artinya: "Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi."
Ayat ini memberitakan bahwa semuanya adalah hamba-hamba-Nya, berada dalam kekuasaan-Nya dan di bawah pengaturan dan pemerintahan-Nya. Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri." (QS Maryam: 93-95)
5. Tak Seorang pun yang Dapat Memberi Syafaat Melainkan dengan Seizin-Nya
Allah kemudian berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ
Artinya: "Tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan seizin-Nya."
Makna ayat ini sama dengan ayat lain: "Dan berapa banyak Malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya)." (QS An-Najm: 26)
6. Allah Mengetahui Apa yang di Hadapan mereka dan di Belakang Mereka
Kalimat berikutnya adalah:
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Artinya: "Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka."
Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa pengetahuan Allah meliputi semua yang ada, baik masa lalu, masa sekarang, maupun masa depannya. Dalam ayat lain, Allah mengisahkan Malaikat: "Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa. (QS Maryam: 64)
7. Mereka Tidak Mengetahui Apa-apa dari Ilmu Allah Melainkan Apa yang Dikehendaki-Nya
Kemudian Allah berfirman:
وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ
Artinya, Dia tidak pernah terkena kekurangan, tidak lupa, tidak pula lalai terhadap makhluk-Nya. Bahkan Dia mengurus semua jiwa berikut amal perbuatannya, lagi menyaksikan segala sesuatu. Tiada sesuatu pun yang gaib (tidak diketahui) oleh-Nya, tiada suatu perkara yang samar pun yang tidak diketahui-Nya. Di antara kesempurnaan sifat Qayyum-Nya ialah Dia tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur.
4. Kepunyaan-Nya Apa yang di Langit dan di Bumi
Kalimat berikutnya dalam Ayat Kursi yaitu:
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ
Artinya: "Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi."
Ayat ini memberitakan bahwa semuanya adalah hamba-hamba-Nya, berada dalam kekuasaan-Nya dan di bawah pengaturan dan pemerintahan-Nya. Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri." (QS Maryam: 93-95)
5. Tak Seorang pun yang Dapat Memberi Syafaat Melainkan dengan Seizin-Nya
Allah kemudian berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ
Artinya: "Tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan seizin-Nya."
Makna ayat ini sama dengan ayat lain: "Dan berapa banyak Malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya)." (QS An-Najm: 26)
6. Allah Mengetahui Apa yang di Hadapan mereka dan di Belakang Mereka
Kalimat berikutnya adalah:
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Artinya: "Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka."
Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa pengetahuan Allah meliputi semua yang ada, baik masa lalu, masa sekarang, maupun masa depannya. Dalam ayat lain, Allah mengisahkan Malaikat: "Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa. (QS Maryam: 64)
7. Mereka Tidak Mengetahui Apa-apa dari Ilmu Allah Melainkan Apa yang Dikehendaki-Nya
Kemudian Allah berfirman:
وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ
Lihat Juga :