Keistimewaan Nabi Muhammad Tak Pernah Menguap dan Mimpi Basah
Rabu, 20 Juli 2022 - 22:19 WIB
Ditakhrij oleh Imam al-Bukhari dalam Kitabnya al-Tarikh dan juga Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya dan dari Ibn Sa'd dari Yazid bin al-Ashamm, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menguap sama sekali.
Suatu waktu Nabi pernah ditanya oleh istrinya Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha tentang tidurnya. "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur setelah sholat Witir?". Beliau menjawab: "Betul, Aisyah. Sesunguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur." (HR Malik)
Hal ini sejalan dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah bahwa para Nabi dan Rasul tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka saja yang terpejam. Sedangkan hati mereka tidak pernah tidur dari berdzikir kepada Allah.
Tak Pernah Mimpi Basah
Ihtilam adalah keluarnya air mani karena sebab mimpi atau fantasi. Kebanyakan orang Indonesia menyebut ihtilam dengan mimpi basah. Dan hal itu tidak pernah dialami Nabi shollallohu 'alaihi wasallam.
Dalam Kitab haditsnya, Al-Mu'jam Al-Kabir, Imam at-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dari Sayyidina Ibnu 'Abbas: Dari Ikrimah, dari Ibn Abbas bahwasanya Nabi shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah ber-ihtilam. (HR at-Thabrani)
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda:
الرُّؤْيَا مِنَ اللهِ، وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Artinya: "Ar-Rukya itu dari Allah dan Al-Hulmu itu dari setan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam Syarh Shahih Muslim dijelaskan bahwa istilah ar-Rukya untuk menyebut mimpi yang disukai (mimpi baik). Sedangkan istilah al-Hulmu untuk menyebut mimpi yang tidak disukai (mimpi buruk).
Suatu waktu Nabi pernah ditanya oleh istrinya Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha tentang tidurnya. "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur setelah sholat Witir?". Beliau menjawab: "Betul, Aisyah. Sesunguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur." (HR Malik)
Hal ini sejalan dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah bahwa para Nabi dan Rasul tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka saja yang terpejam. Sedangkan hati mereka tidak pernah tidur dari berdzikir kepada Allah.
Tak Pernah Mimpi Basah
Ihtilam adalah keluarnya air mani karena sebab mimpi atau fantasi. Kebanyakan orang Indonesia menyebut ihtilam dengan mimpi basah. Dan hal itu tidak pernah dialami Nabi shollallohu 'alaihi wasallam.
Dalam Kitab haditsnya, Al-Mu'jam Al-Kabir, Imam at-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dari Sayyidina Ibnu 'Abbas: Dari Ikrimah, dari Ibn Abbas bahwasanya Nabi shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah ber-ihtilam. (HR at-Thabrani)
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda:
الرُّؤْيَا مِنَ اللهِ، وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Artinya: "Ar-Rukya itu dari Allah dan Al-Hulmu itu dari setan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam Syarh Shahih Muslim dijelaskan bahwa istilah ar-Rukya untuk menyebut mimpi yang disukai (mimpi baik). Sedangkan istilah al-Hulmu untuk menyebut mimpi yang tidak disukai (mimpi buruk).
Lihat Juga :