Cara Memanfaatkan Waktu di Dunia Menurut Pandangan Ulama
Kamis, 21 Juli 2022 - 09:19 WIB
4. Abdullah bin Mas'ud
“Penyesalanku yang paling mendalam adalah hari saat matahari terbenan yang berarti berkurang umurku, tapi amalku tidak bertambah.”
5. Ibnu Atha’illah As-Sakandari “Jangan kau habiskan embusan-embusan napasmu bukan dalam ketaatan kepada Allah Taala. Jangan kau lihat kecilnya hembusan-hembusan itu, tapi lihatlah besarnya amal yang bisa dilakukan di dalamnya, dan besarnya pahala amalan itu. Nafasmu adalah butiran-butiran mutiara. Pernahkah kau melihat orang membuang butiran mutiara di tempat sampah?”
6. Umar bin Abdul Aziz
“Siang dan malam hari terus bergerak mengambil dirimu, maka bergeraklah mengambil manfaat darinya.”
Baca juga: Inilah 4 Waktu yang Memiliki Keberkahan Tapi Sering Diabaikan
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.” Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah Ta'ala berfirman:
“Penyesalanku yang paling mendalam adalah hari saat matahari terbenan yang berarti berkurang umurku, tapi amalku tidak bertambah.”
5. Ibnu Atha’illah As-Sakandari “Jangan kau habiskan embusan-embusan napasmu bukan dalam ketaatan kepada Allah Taala. Jangan kau lihat kecilnya hembusan-hembusan itu, tapi lihatlah besarnya amal yang bisa dilakukan di dalamnya, dan besarnya pahala amalan itu. Nafasmu adalah butiran-butiran mutiara. Pernahkah kau melihat orang membuang butiran mutiara di tempat sampah?”
6. Umar bin Abdul Aziz
“Siang dan malam hari terus bergerak mengambil dirimu, maka bergeraklah mengambil manfaat darinya.”
Baca juga: Inilah 4 Waktu yang Memiliki Keberkahan Tapi Sering Diabaikan
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.” Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
Lihat Juga :