Raksasa Bernama ‘Auj yang Mengangkut Kayu untuk Kapal Nabi Nuh

Senin, 27 April 2020 - 03:58 WIB
Apabila dia duduk di atas gunung, tangannya dia ulurkan ke laut mengambil ikan, dan kemudian memanggangnya di matahari. Dan apabila dia marah kepada sebuah penduduk kampung, dia mengencingi mereka sehingga mereka tenggelam dalam air kencingnya.

Menurut sebuah riwayat, ‘Auj menguasai sebuah penduduk kampung. Penduduk itu berkata kepadanya, “Kami akan membuatkanmu gamis (baju), tetapi kami tidak akan mengambil upahnya darimu kecuali setelah satu tahun.”

Mulailah penduduk kampung itu membuatkannya gamis dari bahan katun. Setelah selesai, mereka memakaikan gamis itu kepadanya. Kemudian ‘Auj pergi meninggalkan mereka. Setiap kali dia punya maksud lewat ke kampung mereka, dia ingat akan utangnya. Maka, dia pun tidak jadi datang kepada mereka dan tidak pernah lagi masuk ke perkampungan mereka karena takut akan utangnya.

Diriwayatkan bahwa ‘Auj bin ‘Unuq hidup berumur 4.500 tahun. Dia masih hidup hingga zaman Musa. Ketika Musa memasuki sebuah padang sahara bersama Bani Israil, ‘Auj bermaksud membinasakan mereka.

Dia menghampiri tentara Musa untuk mengetahui jumlah mereka. Dia mendapatkan mereka hanya kumpulan orang dalam satu farsakh. Lalu dia pergi ke sebuah gunung dan kemudian mencabut gunung itu dari bumi. Gunung itu dibawanya di atas kepalanya dan datang untuk menimpakannya ke tentara Musa.

Pada saat itu, Allah mengutus burung Hud-hud yang paruhnya diciptakan dari besi. Burung Hud-hud itu turun di atas batu tersebut dan mulailah mematukinya hingga membuatnya berlubang, lalu ia turun ke pundaknya ‘Auj, dan kemudian masuk ke dalam mantelnya hingga ‘Auj tidak bisa bergerak.

Ketika Musa melihat itu, dia menghampirinya dan memukulnya dengan tongkatnya, yang panjangnya 10 siku, sambil melompat ke udara setinggi 10 siku. Tingginya Musa adalah 10 siku; jadi, pukulannya ke betis ‘Auj pun tidak sampai. Akan tetapi, setelah Musa memukulnya, ‘Auj tersungkur dan kemudian meninggal serta terlempar di lapangan kosong seperti gunung yang besar.

Diriwayatkan bahwa di negeri Tatar (Tartares) ada sungai yang bernama ath-Tha’i. Di sana terdapat jembatan lengkung yang besar. Konon, jembatan tersebut berasal dari tulang ‘Auj bin ‘Unuq dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!