Hikmah Fatimah Sebagai Jalur Nasab Satu-satunya Keturunan Nabi Muhammad SAW

Rabu, 27 Juli 2022 - 22:33 WIB
Larangan Membenci dan Menyakiti Ahlul Bait



Banyak ayat Al-Qur'an dan Hadis yang melarang dan membenci Ahlul Bait Rasulullah dan menyakiti mereka. Para ulama mengatakan, orang yang menyakiti Ahlul Bait berarti menyakiti Nabi Muhammad SAW. Allah memberi ancaman dalam firman-Nya:

إن الذين يؤذون الله ورسوله لعنهم الله فى الدنيا والآخرة وأعد لهم عذابا اليما

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul­-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan." (QS. Al-Ahzab: 57).

Pada ayat lain ditegaskan: "....Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.." (QS. Al-Ahzab: 53)

Dalam hadis lain disebutkan:

إن الله حرم الجنة على من ظلم اهل بيتى او قاتلهم او اعان عليهم او سبهم

Artinya: "Sesungguhnya Allah melarang masuk surga terhadap orang yang menganiaya ahlul baitku, atau orang yang memerangi mereka, atau orang yang membantu orang yang memerangi mereka, atau orang yang memaki-maki mereka." (HR Imam Ahmad)

Demikian hikmah Fatimah sebagai jalur nasab satu-satunya keturunan Nabi Muhammad SAW. Kesimpulannya, Allah memberi kekhususan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW bahwa penerus keturunan beliau adalah dari jalur putrinya Fatimah radiyallahu 'anha.

Dari pernikahan Fatimah dan Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhu lahir Al-Hasan dan Husein (cucu Baginda Rasulullah). Dari Al-Hasan dan Husein lahirlah anak keturunan Nabi yang saat ini kita kenal dengan julukan Habaib (untuk jamak), Habib, Sayyid, Syed, Syarifah, Sayyidah (untuk perempuan).

Orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam ini dikenal dengan istilah Alawiyin. Mereka tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Wallahu A'lam

Baca Juga: 5 Marga Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, Nomor 1 Paling Banyak
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!