5 Marga Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, Nomor 1 Paling Banyak
Jum'at, 22 Juli 2022 - 05:10 WIB
loading...
Marga keturunan Nabi Muhammad di Indonesia ada sekitar 68 dari 100 lebih kabilah marga yang tersebar di dunia. Keberadaan marga para Habaib ini bermula dari hijrahnya Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir (generasi ke-9 keturunan Nabi Muhammad) ke Hadhramaut Yama
A
A
A
Marga keturunan Nabi Muhammad di Indonesia dan asal-usulnya perlu diketahui umat muslim. Di Indonesia, ada sekitar 68 marga dari 100 lebih kabilah marga yang tersebar di dunia.
Nasab mereka bersambung kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam dari garis keturunan Sayyidina Husein, cucu Rasulullah SAW. Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia biasa dijuluki Habib (Habaib untuk jamak), Syed atau Sayyid. Sedangkan perempuan biasanya dipanggil Syarifah atau Sayyidah.
Para Habaib keturunan Nabi ini banyak bermukim di wilayah Jabodetabek. Kemudian di Surabaya, Aceh, Palembang, Kalimantan dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Sejarah munculnya keturunan Nabi Muhammad dan marganya bermula dari Hijrahnya Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir (wafat 345 H) dari Basra (Irak) ke Hadhramaut Yaman. Ahmad bin Isa adalah generasi ke-9 keturunan Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein.
Beliau berhijrah ke Hadhramaut lantaran banyaknya fitnah di Irak pada masa Dinasti Abbasiyah Tahun 317 H (896 M). Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir adalah orang pertama yang datang ke Hadhramaut beserta keluarganya yang berjumlah 70 orang.
Beliau mempunyai dua putera yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah ikut hijrah bersama ayahnya ke Hadhramaut dan memiliki tiga putera yaitu Alwi (Alawi), Jadid, dan Ismail. Akhir Abad ke-6 Hijriyah keturunan Ismail dan Jadid tidak mempunyai generasi, sedangkan keturunan Alwi tetap berlanjut. Keturunan dari Alwi inilah yang kemudian melahirkan kaum Alawiyin atau populer dengan julukan Habib.
Sosok yang dikenal sebagai leluhur Alawiyyin di Asia Tenggara dan juga pendiri Tarekat Alawiyyin adalah Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy. Nasabnya tersambung ke Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir hingga ke Nabi Muhammad SAW.
Sejarawan Hadhramaut Yaman Muhammad Bamuthrif mengatakan, Alawiyin atau kabilah Ba'alawi dianggap kabilah terbesar di Hadhramaut dan paling banyak hijrah ke Asia dan Afrika. Alawiyin adalah golongan yang bernisbah kepada keturunan Rasulullah lewat keturunan dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir.
Seiring perjalanan waktu, orang-orang Hadhramaut sampai ke Indonesia pada abad ke-13. Sekarang kita kenal bermarga Al-Attas, Al-Haddad, Assegaf, Al-Habsyi, Alaydrus, Al-Jufri, Syihab, Syahab dan masih banyak lainnya.
Informasi dari Rabithah Alawiyah (lembaga pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW), dari 100 lebih kabilah Alawiyah, kini hanya 68 marga keturunan Nabi yang tersisa. Mereka menyebar ke seluruh Indonesia, dari Jakarta, Surabaya, Sumatera hingga Kalimantan.
5 Marga Keturunan Nabi Muhammad Terbanyak
![5 Marga Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, Nomor 1 Paling Banyak]()
Dari 100 lebih marga keturunan Nabi Muhammad, di Indonesia terdapat 68 marga Habaib. Lainnya punah, tidak ada keturunan. Ada yang masih banyak di Indonesia, sementara sudah tidak ada di Hadhramaut.
Berapa jumlah populasi keturunan Nabi Muhammad di Indonesia? Menurut Habib Zein bin Umar, mantan Ketua Umum Rabithah Alawiyah, jumlah pastinya tidak diketahui karena masih didata. Apakah totalnya 500 ribu orang, apakah 1 juta atau 1,5 juta, masih dilakukan pendataan.
Adapun marga tertua dari puluhan marga yang ada di Indonesia ialah Assegaf. Lalu Assegaf ini tinggi, keturunannya ada Al-Attas. Keturunan Nabi yang ada di Indonesia ini adalah generasi ke-37 atau ke-38.
Nasab mereka bersambung kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam dari garis keturunan Sayyidina Husein, cucu Rasulullah SAW. Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia biasa dijuluki Habib (Habaib untuk jamak), Syed atau Sayyid. Sedangkan perempuan biasanya dipanggil Syarifah atau Sayyidah.
Para Habaib keturunan Nabi ini banyak bermukim di wilayah Jabodetabek. Kemudian di Surabaya, Aceh, Palembang, Kalimantan dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Sejarah munculnya keturunan Nabi Muhammad dan marganya bermula dari Hijrahnya Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir (wafat 345 H) dari Basra (Irak) ke Hadhramaut Yaman. Ahmad bin Isa adalah generasi ke-9 keturunan Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein.
Beliau berhijrah ke Hadhramaut lantaran banyaknya fitnah di Irak pada masa Dinasti Abbasiyah Tahun 317 H (896 M). Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir adalah orang pertama yang datang ke Hadhramaut beserta keluarganya yang berjumlah 70 orang.
Beliau mempunyai dua putera yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah ikut hijrah bersama ayahnya ke Hadhramaut dan memiliki tiga putera yaitu Alwi (Alawi), Jadid, dan Ismail. Akhir Abad ke-6 Hijriyah keturunan Ismail dan Jadid tidak mempunyai generasi, sedangkan keturunan Alwi tetap berlanjut. Keturunan dari Alwi inilah yang kemudian melahirkan kaum Alawiyin atau populer dengan julukan Habib.
Sosok yang dikenal sebagai leluhur Alawiyyin di Asia Tenggara dan juga pendiri Tarekat Alawiyyin adalah Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy. Nasabnya tersambung ke Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir hingga ke Nabi Muhammad SAW.
Sejarawan Hadhramaut Yaman Muhammad Bamuthrif mengatakan, Alawiyin atau kabilah Ba'alawi dianggap kabilah terbesar di Hadhramaut dan paling banyak hijrah ke Asia dan Afrika. Alawiyin adalah golongan yang bernisbah kepada keturunan Rasulullah lewat keturunan dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir.
Seiring perjalanan waktu, orang-orang Hadhramaut sampai ke Indonesia pada abad ke-13. Sekarang kita kenal bermarga Al-Attas, Al-Haddad, Assegaf, Al-Habsyi, Alaydrus, Al-Jufri, Syihab, Syahab dan masih banyak lainnya.
Informasi dari Rabithah Alawiyah (lembaga pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW), dari 100 lebih kabilah Alawiyah, kini hanya 68 marga keturunan Nabi yang tersisa. Mereka menyebar ke seluruh Indonesia, dari Jakarta, Surabaya, Sumatera hingga Kalimantan.
5 Marga Keturunan Nabi Muhammad Terbanyak

Dari 100 lebih marga keturunan Nabi Muhammad, di Indonesia terdapat 68 marga Habaib. Lainnya punah, tidak ada keturunan. Ada yang masih banyak di Indonesia, sementara sudah tidak ada di Hadhramaut.
Berapa jumlah populasi keturunan Nabi Muhammad di Indonesia? Menurut Habib Zein bin Umar, mantan Ketua Umum Rabithah Alawiyah, jumlah pastinya tidak diketahui karena masih didata. Apakah totalnya 500 ribu orang, apakah 1 juta atau 1,5 juta, masih dilakukan pendataan.
Adapun marga tertua dari puluhan marga yang ada di Indonesia ialah Assegaf. Lalu Assegaf ini tinggi, keturunannya ada Al-Attas. Keturunan Nabi yang ada di Indonesia ini adalah generasi ke-37 atau ke-38.
Lihat Juga :