Tata Cara Bersiwak Sesuai Sunnah Rasulullah dan Keutamaannya

Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:30 WIB
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Artyinya: "Bersiwak itu mensucikan mulut dan mendatangkan ridha Allah." (HR Al-Bukhari, secara Mu'allaq)

3. Sholat 2 Rakaat dengan Bersiwak Lebih Baik dari 70 Rakaat Tanpa Bersiwak

Dari shahabat Ummu Darda, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم: {رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ}

Artinya: "Dua rakaat dengan bersiwak lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat dengan tanpa bersiwak." (HR Imam Ad-Daruquthi)

Tata Cara Bersiwak

Dianjurkan bersiwak menggunakan kayu yang lembut, tidak melukai, tidak membahayakan, dan tidak pula merusaknya. Seperti kayu Arak, pelepah kurma, dan Zaitun.

Namun, sebaik-baik jenis siwak adalah dari pohon Arak, karena ia memiliki aroma yang wangi dan serabutnya dapat membersihkan kotoran di sela-sela gigi.

Cara bersiwak yang dicontohkan Nabi yaitu memulainya dari sebelah kanan. Hal ini tertera dalam hadis Ummul Mukminin Aisyah yang artinya: "Adalah menyenangkan Rasulullah untuk memulai dengan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci, dan dalam semua keadaan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Kemudian, Siwak diqiyaskan dengan wudhu. Bersiwak dianjurkan untuk dimulai dengan gerakan menyamping. "Apabila kalian minum maka minumlah dengan cara menghisap. Dan apabila kalian bersiwak maka bersiwaklah secara melebar." (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!