Sebelum Islam Ahlus Sunnah, Aliran Syiah Lebih Dahulu Masuk ke Nusantara

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:06 WIB
Tradisi Tabot di Bengkulu, warisan Syiah? Foto/Ilustrasi: antara
Sebelum Islam Ahlus-Sunnah wal Jama'ah atau Suni masuk ke Indonesia, aliran Syiah sudah terlebih dahulu masuk ke Asia Tenggara, termasuk Nusantara. Menurut Teori Persia, agama Islam masuk ke Indonesia pada rentang waktu abad ke-7 hingga ke-13. Adapun yang membawa Islam adalah para pedagang dari Persia.

Dalam buku berjudul "Islam dan Transformasi Masyarakat Nusantara" karya Moeflich Hasbullah disebutkan berdasarkan tempat, kalangan sejarawan membagi masuknya Agama Islam ke Indonesia dalam lima teori yakni Teori Arab, China, Persia, India, dan Turki. Ini kali kita membahas Teori Persia.

Baca juga: Kisah Laksamana Cheng Ho Menyebarkan Islam di Nusantara

Teori Persia juga merujuk pada sekian bukti-bukti sejarah adanya pengaruh Persia di Nusantara pada abad ke-11. Bukti-bukti teori Persia kebanyakan mengacu kepada pengaruh bahasa yang kemudian diteorikan bahwa Islam datang ke Nusantara berasal dari Persia.

Teori ini didukung oleh sejarawan seperti Prof Hoeseom Djajadiningrat dan Prof Umar Amir Husen.

Islam masuk ke Nusantara melalui Sumatera. Posisi Pulau Sumatera sangat dekat dengan Selat Malaka , yang merupakan pusat perdagangan serta bisnis pada saat itu. Sejak dulu, Selat Malaka telah dipenuhi oleh pedagang asing dari segala penjuru dunia, salah satunya adalah pedagang dari wilayah Timur Tengah seperti Persia.

Pedagang dari Persia inilah, yang selama berdagang juga sembari melakukan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Salah satu bukti Teori Persia yang menjadi kelebihannya adalah adanya perayaan 10 Muharam di Bengkulu dan Sumatera Barat yang dikenal sebagai Tradisi Tabot.

Baca juga: Sejarah Tradisi Yasinan di Indonesia

Dalam buku berjudul "Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi" karya Endang Rochmiatun disebutkan beberapa literatur menuliskan bahwa upacara Tabot merupakan acara mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali bin Abu Thalib , cucu Nabi Muhammad SAW ketika dibunuh oleh tentara Yazid bin Muawiyah di Padang Karbala, Irak. Secara historis, tradisi Tabot erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan agama Islam, khususnya Islam Syi'ah di Bengkulu.

Bukti lainnya adalah dalam beberapa buku yang memuat kosa kata Persia, yang diserap ke dalam bahasa Melayu. Azyumardi Azra, seperti dikutip Moeflich Hasbullah menyebut itu sebagai pengaruh kitab Aja'ib Al-Hind. Kitab ini adalah salah satu kitab Timur Tengah paling awal yang berbahasa Persia dan terdapat pengaruhnya di Nusantara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!