Sebelum Islam Ahlus Sunnah, Aliran Syiah Lebih Dahulu Masuk ke Nusantara

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:06 WIB
Kitab ini ditulis oleh Buzurg bin Shariyar Al-Ramhurmuzi sekitar tahun 390/1000. Dalam kitab ini, menurut Azra, diceritakan bahwa di Kerajaan Sriwijaya ada kebiasaan duduk “bersila” saat menghadap raja, kebiasaan yang juga diwajibkan pada penduduk Muslim lokal.

Kata “barsila” disebut-sebut dalam kitab Aja'ib Al-Hind yang kemudian menjadi “bersila” dalam bahasa Melayu. Ini menunjukkan adanya pengaruh Islam Persia di Nusantara. Bahwa pada rakyat kerajaan Sriwijaya sudah ada kewajiban duduk “barsila” menunjukkan sudah adanya orang yang menjadi Muslim.

Informasi ini relevan dengan Teori Arab yang mengatakan bahwa Islam datang ke Nusantara pada abad ke-7/8 saat Kerajaan Sriwijaya sedang mengembangkan kekuasaannya.

Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW, Diambil dari Tradisi Syiah?

Selain “barsila” yang dijelaskan Azra tersebut, ada lagi beberapa bahasa dan tradisi yang konon merupakan pengaruh Persia. “Abdas” di kalangan Masyarakat Sunda sangat populer yang artinya “wudhu.”

Masyarakat Sunda merasa seolah abdas adalah mereka padahal konon adalah berasal dari bahasa Persia. Di Sumatra Barat dahulu ada larangan (tabu) bermain bola karena diasosiasikan dengan kepala Husein bin Ali bin Abi Thalib yang ditendang-tendang oleh Yazid bin Muawiyah.

Bukti lain pengaruh bahasa Persia adalah pada bahasa Arab yang digunakan masyarakat Nusantara. Nurcholish Madjid sebagaimana dikutip Moeflich Hasbullah memberi contoh: “Kata-kata asal Arab dengan akhiran ta' marbuthah yang dalam keadaan berhenti (wakaf) dibaca “h” seperti shalat-un dibaca shalah, zakatun dibaca zakah, dan lain-lain, tetapi dalam bahasa Nusantara dibaca berturut-turut shalat, zakat, dan seterusnya.

Ini menunjukkan bahwa bahasa-bahasa Nusantara tidak dipinjam langsung dari Arab melainkan dari bahasa Persia dan bahasa Islam Asia daratan seperti bahasa Urdu, Pushto, Turki dan lain-lain” (Al-Qurtuby, 2003: 18).

Selain bahasa, bukti lain adalah adanya persamaan nisan pada makam Malik al-Shalih dan makam Maulana Malik Ibrahim, yang memiliki kemiripan dengan nisan yang ada di Persia.

Baca juga: Kisah Raja Sriwijaya Kirim Surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Nakhkoda Khalifah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!