Kisah Taruhan Abu Bakar Ash-Shiddiq saat Perang Romawi dengan Persia

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 16:23 WIB
Rasulullah mengetahui adanya peristiwa taruhan ini, lalu dinasihatinya Abu Bakar, supaya taruhan itu ditambah dan waktunya pun diperpanjang. Abu Bakar memperbanyak jumlah taruhannya sampai seratus ekor unta dengan ketentuan, bahwa Persia akan dapat dikalahkan dalam waktu kurang dari sembilan tahun.

Baca juga: Kaum Munafik Menghindari Seruan Nabi Melawan Romawi

Surat Ar-Rum

Dalam tahun 625 ternyata Heraklius menang melawan pihak Persia. Syam direbutnya kembali dan Salib Besar dapat diambil lagi. Dalam taruhan ini Abu Bakarpun menang. Sebagai nubuat atas kemenagan ini firman Tuhan turun seperti dalam awal Surah ar-Rum:

Alif Lam Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan. Di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( QS. Ar-Rum :1-6 )

Baca juga: Reruntuhan Struktur Kota Romawi Kuno Ditemukan di Inggris

Ubay bin Khalaf

Dalam Tafsir Kementerian Agama disebutkan bahwa pihak yang diajak bertaruh Abu Bakar adalah Ubay bin Khalaf. Dia merupakan anggota dari kelompok Syu’bah al-Syak, yaitu komunitas elit Quraisy yang sangat membenci Rasulullah SAW. Mereka selalu memerangi Rasulullah dan membantah semua ajaran yang diberikan kepadanya.

Kisah tentangnya disebutkan melalui firman Allah dalam surat Yasin ayat 77-83. Imam As-Suyuthi dalam Kitab Asbabun Nuzul mengatakan bahwa sebab turunnya ayat ini ialah karena sosok Ubay bin Khalaf yang selalu menentang kebesaran Allah SWT. Ia selalu menolak kebenaran agama Islam dan tak bosan menghasut kaumnya untuk menyembah berhala.

Kembali ke taruhan. Kala itu, harga unta 100 ekor sangat tinggi, sehingga kalau tidak karena keyakinan akan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang ada di dalam hati Abu Bakar, tentu beliau tidak akan berani mengadakan taruhan sebanyak itu, apalagi jika dibaca sejarah bangsa Romawi pada waktu kekalahan itu dalam keadaan kocar-kacir.

Amat sukar diramalkan mereka sanggup mengalahkan bangsa Persia yang dalam keadaan kuat, hanya dalam tiga sampai sembilan tahun mendatang. Keyakinan yang kuat seperti keyakinan Abu Bakar itu merupakan keyakinan kaum Muslimin, yang tidak dapat digoyahkan oleh apa pun, sekalipun dalam bentuk siksaan, ujian, penderitaan, pemboikotan, dan sebagainya.

Hal ini merupakan modal utama bagi kaum Muslimin menghadapi jihad yang memerlukan waktu yang lama di masa yang akan datang. Jika kaum Muslimin mempunyai keyakinan dan berusaha seperti kaum Muslimin di masa Rasulullah, pasti pula Allah mendatangkan kemenangan kepada mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!