Ketika Dua Ulama Keturunan Nabi Bertemu, Ini yang Terjadi

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:52 WIB
Beginilah dua ulama besar keturunan Nabi bertemu saling menghormati dan memuliakan. Habib Ali Al-Jufri (kiri) dan Quraish Shihab terlihat saling berebut berkah ketika hendak minum. Foto/dok tangkapan layar Al Azmis Channel
Momen pertemuan dua ulama keturunan Nabi Muhammad, Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri dan Quraish Shihab benar-benar membuat hati sejuk sekaligus takjub. Keduanya memperlihatkan keindahan adab ketika hendak minum.

Ulama kharismatik kelahiran Jeddah Habib Ali Al-Jufri saat ini sedang berada di Indonesia untuk menghadiri berbagai agenda dakwah. Dalam lawatannya kali ini, Habib yang pernah menetap di Tarim Hadhramaut Yaman ini menyempatkan diri berkunjung ke rumah Prof HM Quraish Shihab.

Sebagai tuan rumah, ulama ahli tafsir Qur'an itu pun menyambutnya dan melayani tamunya dengan baik dan ramah. Hidangan makanan dan minuman disiapkan untuk menyambut Habib Ali Al-Jufri.

Dalam video yang diunggah Al Azmi's Channel, Habib Ali dan Quraisy Shihab terlibat adu argumen ketika hendak minum. Sebelum mencicipi hidangan, Quraish Shihab memimpin doa pada pertemuan itu.

Selesai berdoa, Habib Ali Al-Jufri yang duduk di samping Quraish Shihab mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Quraish Shihab. Namun, ayah jurnalis senior Najwa Shihab itu menolaknya dengan lembut sembari meminta Habib Ali Al-Jufri untuk minum terlebih dahulu.



Keduanya saling menolak untuk minum lebih duluan. "Saya belajar dari Habib Ali Abdul Qadir Bilfaqih bahwa beliau tidak minum duluan (saat ada tamu)," ucap Quraish Shihab.

Habib Ali Al-Jufri menjawab: "Minumlah, minumlah saja. Apakah anda tidak minum?"

Quraish Shihab tetap menolak untuk minum duluan. "Tidak, minumlah dulu. Karena tamu minum lebih dahulu," kata Quraish Shihab.

"Tidak, tidak. Yang tua terlebih dahulu," balas Habib Ali Al-Jufri.

Quraish Shihab menanggapinya dengan alasan bahwa yang lebih muda harus didahulukan sebagaimana Rasulullah SAW selalu mendahulukan dan menghormati hak bagi yang lebih muda.

"Nabi itu lebih menghormati yang muda dahulu daripada yang tua dalam memberikan hak-hak," kata Quraish Shihab.

Habib Ali tak mau kalah dengan argumen Quraish Shihab. "Dalam memberikan hak-hak, sunnahnya itu tuan rumah memulai dulu mencicipi hidangan agar tamu merasa nyaman," ujar Habib Ali.

Quraish Shihab pun akhirnya mengalah dan berkenan minum terlebih dahulu. Setelah itu, Habib Ali Al-Jufri mengambil gelas tersebut lalu meminumnya.

Begitulah dua ulama besar bertemu saling menghormati dan memuliakan. Keduanya berebut berkah dan memperlihatkan akhlak terpuji.

Untuk diketahui, agenda Habib Ali Al-Jufri ke Indonesia di antaranya menghadiri Tabligh Akbar Muharram 1444 H Majelis Rasulullah SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta Senin (22/08/2022). Seminar Internasional & Multaqa di Masjid Istiqlal 24 Agustus 2022. Kemudian menghadiri Halaqah Dakwah Internasioanl di Gedung PBNU dan beberaap agenda lainnya.

Siapa Habib Ali Al-Jufri?

Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri dilahirkan di Kota Jeddah, Arab Saudi pada hari Jumat, 16 April 1971 bertepatan 20 Safar 1391 H, dari orang tua yang masih keturunan Imam Husein bin Ali, suami dari Fatimah az-Zahra puteri Rasulullah SAW.

Habib Ali Al-Jufri mempunyai penampilan fisik yang menarik. Tampan, berkulit putih, tinggi, besar, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis, sehingga kehadirannya di suatu majelis sering menyita perhatian orang.

Pada masa kecil, Habib Ali Al-Jufri menimba ilmu kepada bibi dari ibundanya, seorang Alimah dan Arifah billah, Habibah Shafiyah binti Alwi bin Hasan Al-Jufri. Guru utamanya adalah Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf. beliau juga berguru kepada Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad, ulama terkemuka dan penulis karya-karya terkenal.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
Hadits of The Day
Dari Aisyah Ummul Mukminin, bahwa ia berkata:  Sudah biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa beberapa hari, hingga kami mengira bahwa beliau akan berpuasa terus. Namun beliau juga biasa berbuka (tidak puasa) beberapa hari hingga kami mengira bahwa beliau akan tidak puasa terus. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasanya sebulan penuh, kecuali Ramadhan.  Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada puasanya ketika bulan Sya'ban.

(HR. Muslim No. 1956)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More