Benarkah Nabi Muhammad Sudah Memanggul Senjata Saat Usia 15 Tahun?
Kamis, 02 Juli 2020 - 05:00 WIB
Terdapat beda pendapat soal usia Nabi saat terlibat dalam Perang Fijar. Foto/Ilustrasi/Ist
Perang Badar adalah perang pertama Rasulullah SAW selama menjadi Rasul. Ini merupakan perang antara kaum muslim Madinah melawan kaum kafir Makkah . Hanya saja, jauh sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad sudah memiliki pengalaman menanggul senjata. (Baca juga: Rasulullah Saja Bangga Pernah Jadi Penggembala Kambing )
Pengalaman perang pertama beliau adalah pada Perang Fijar, yakni perang yang terjadi antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais dan ‘Aylan. Dinamakan “Perang Fijar” karena dinodainya kesucian Asy-Syahrul Haram pada bulan tersebut.
Kala itu usia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) 20 tahun. Komandan perang yang membawahi kabilah Quraisy dan Kinanah adalah Harb bin Umayyah. (Baca juga: Masa Kecil yang Pilu dan Tanda-Tanda Kenabian Saat Usia 12 Tahun )
Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad, menyebut Nabi Muhammad telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar.
Haekal menjelaskan, pada waktu itu pekan-pekan dagang diadakan di 'Ukaz, yang terletak antara Ta'if dengan Nakhla dan antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz, tidak jauh dari 'Arafat. (Baca juga: Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan )
Mereka di sana saling tukar menukar perdagangan, berlumba dan berdiskusi, sesudah itu kemudian berziarah ke tempat berhala-berhala mereka di Ka'bah.
Pekan 'Ukaz adalah pekan yang paling terkenal di antara pekan-pekan Arab lainnya. Di tempat itu penyair-penyair terkemuka membacakan sajak-sajaknya yang terbaik, di tempat itu Quss (bin Sa'ida) berpidato dan di tempat itu pula orang-orang Yahudi, Nasrani dan penyembah-penyembah berhala masing-masing mengemukakan pandangan dengan bebas, sebab bulan itu bulan suci. (Baca juga: Kisah Dua Malaikat yang Membelah Dada Nabi Saat Balita )
Akan tetapi Barradz bin Qais dari kabilah Kinana tidak lagi menghormati bulan suci itu dengan mengambil kesempatan membunuh 'Urwa ar-Rahhal bin 'Utba dari kabilah Hawazin. Kejadian ini disebabkan oleh karena Nu'man bin'l-Mundhir setiap tahun mengirimkan sebuah kafilah dari Hira ke 'Ukaz membawa muskus, dan sebagai gantinya akan kembali dengan membawa kulit hewan, tali, kain tenun sulam Yaman. Tiba-tiba Barradz tampil sendiri dan membawa kafilah itu ke bawah pengawasan kabilah Kinana. Demikian juga 'Urwa lalu tampil pula sendiri dengan melintasi jalan Najd menuju Hijaz.
Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah
Adapun pilihan Nu'man terhadap 'Urwa (Hawazin) ini telah menimbulkan kejengkelan Barradz (Kinana), yang kemudian mengikutinya dari belakang, lalu membunuhnya dan mengambil kabilah itu.
Sesudah itu kemudian Barradz memberitahukan kepada Basyar bin Abi Hazim, bahwa pihak Hawazin akan menuntut balas kepada Quraisy. Pihak Hawazin segera menyusul Quraisy sebelum masuknya bulan suci. Maka terjadilah perang antara mereka itu.
Pengalaman perang pertama beliau adalah pada Perang Fijar, yakni perang yang terjadi antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais dan ‘Aylan. Dinamakan “Perang Fijar” karena dinodainya kesucian Asy-Syahrul Haram pada bulan tersebut.
Kala itu usia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) 20 tahun. Komandan perang yang membawahi kabilah Quraisy dan Kinanah adalah Harb bin Umayyah. (Baca juga: Masa Kecil yang Pilu dan Tanda-Tanda Kenabian Saat Usia 12 Tahun )
Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad, menyebut Nabi Muhammad telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar.
Haekal menjelaskan, pada waktu itu pekan-pekan dagang diadakan di 'Ukaz, yang terletak antara Ta'if dengan Nakhla dan antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz, tidak jauh dari 'Arafat. (Baca juga: Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan )
Mereka di sana saling tukar menukar perdagangan, berlumba dan berdiskusi, sesudah itu kemudian berziarah ke tempat berhala-berhala mereka di Ka'bah.
Pekan 'Ukaz adalah pekan yang paling terkenal di antara pekan-pekan Arab lainnya. Di tempat itu penyair-penyair terkemuka membacakan sajak-sajaknya yang terbaik, di tempat itu Quss (bin Sa'ida) berpidato dan di tempat itu pula orang-orang Yahudi, Nasrani dan penyembah-penyembah berhala masing-masing mengemukakan pandangan dengan bebas, sebab bulan itu bulan suci. (Baca juga: Kisah Dua Malaikat yang Membelah Dada Nabi Saat Balita )
Akan tetapi Barradz bin Qais dari kabilah Kinana tidak lagi menghormati bulan suci itu dengan mengambil kesempatan membunuh 'Urwa ar-Rahhal bin 'Utba dari kabilah Hawazin. Kejadian ini disebabkan oleh karena Nu'man bin'l-Mundhir setiap tahun mengirimkan sebuah kafilah dari Hira ke 'Ukaz membawa muskus, dan sebagai gantinya akan kembali dengan membawa kulit hewan, tali, kain tenun sulam Yaman. Tiba-tiba Barradz tampil sendiri dan membawa kafilah itu ke bawah pengawasan kabilah Kinana. Demikian juga 'Urwa lalu tampil pula sendiri dengan melintasi jalan Najd menuju Hijaz.
Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah
Adapun pilihan Nu'man terhadap 'Urwa (Hawazin) ini telah menimbulkan kejengkelan Barradz (Kinana), yang kemudian mengikutinya dari belakang, lalu membunuhnya dan mengambil kabilah itu.
Sesudah itu kemudian Barradz memberitahukan kepada Basyar bin Abi Hazim, bahwa pihak Hawazin akan menuntut balas kepada Quraisy. Pihak Hawazin segera menyusul Quraisy sebelum masuknya bulan suci. Maka terjadilah perang antara mereka itu.
Lihat Juga :