Benarkah Nabi Muhammad Sudah Memanggul Senjata Saat Usia 15 Tahun?
Kamis, 02 Juli 2020 - 05:00 WIB
Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Pihak Quraisy mundur dan menggabungkan diri dengan pihak yang menang di Makkah. Pihak Hawazin memberi peringatan bahwa tahun depan perang akan diadakan di 'Ukaz.
Menurut Haekal, perang demikian ini berlangsung antara kedua belah pihak selama empat tahun terus-menerus dan berakhir dengan suatu perdamaian model pedalaman, yaitu yang menderita korban manusia lebih kecil harus membayar ganti sebanyak jumlah kelebihan korban itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian Quraisy telah membayar kompensasi sebanyak duapuluh orang Hawazin.
Nama Barradz ini kemudian menjadi peribahasa yang menggambarkan kemalangan. (Baca juga: Ketakutan Dengan Pasukan Muslim, Pihak Romawi Menarik Diri )
Beda Pendapat
Hanya saja, sejarah tidak memberikan kepastian mengenai umur Sayyidina Muhammad pada waktu Perang Fijar itu terjadi. (Baca juga: Kisah Sedih Pasangan Abdullah-Aminah dan Beda Pendapat Kelahiran Nabi )
Ahli sejarah berbeda pendapat tentang umur Rasulullah saat meletusnya perang ini. Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa saat itu umur Rasulullah 14 atau 15 tahun. Sedangkan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa umur Rasulullah saat itu adalah 20 tahun. Ada juga yang mengatakan bahwa umur Rasulullah waktu itu adalah 10 tahun.
Syekh Wahid Abdus-Salam Bali dalam Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah menyebut kala itu usia Rasululullah menginjak 15 tahun. (Baca Juga: Masya Allah! Indahnya Bentuk Tubuh Rasulullah SAW )
Mungkin sebab perbedaan ini, menurut Haekal, karena perang tersebut berlangsung selama empat tahun. Pada tahun permulaan ia berumur limabelas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.
Orang juga berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Sayyidina Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah. (Baca Juga: Cincin Rasulullah SAW dan Cara Memakainya )
Syekh Wahid Abdus-Salam mengakui tidak ada kabar yang sahih menyebutkan tentang keikutsertaan Rasulullah pada perang ini kecuali apa yang disebutkan oleh Ibnu Hisyam dalam Sirahnya tanpa menyebutkan sanad, bahwa Rasulullah bersabda: ” Ketika itu (perang Fijar) aku memanah melindungi paman-pamanku.”
Pihak Quraisy mundur dan menggabungkan diri dengan pihak yang menang di Makkah. Pihak Hawazin memberi peringatan bahwa tahun depan perang akan diadakan di 'Ukaz.
Menurut Haekal, perang demikian ini berlangsung antara kedua belah pihak selama empat tahun terus-menerus dan berakhir dengan suatu perdamaian model pedalaman, yaitu yang menderita korban manusia lebih kecil harus membayar ganti sebanyak jumlah kelebihan korban itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian Quraisy telah membayar kompensasi sebanyak duapuluh orang Hawazin.
Nama Barradz ini kemudian menjadi peribahasa yang menggambarkan kemalangan. (Baca juga: Ketakutan Dengan Pasukan Muslim, Pihak Romawi Menarik Diri )
Beda Pendapat
Hanya saja, sejarah tidak memberikan kepastian mengenai umur Sayyidina Muhammad pada waktu Perang Fijar itu terjadi. (Baca juga: Kisah Sedih Pasangan Abdullah-Aminah dan Beda Pendapat Kelahiran Nabi )
Ahli sejarah berbeda pendapat tentang umur Rasulullah saat meletusnya perang ini. Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa saat itu umur Rasulullah 14 atau 15 tahun. Sedangkan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa umur Rasulullah saat itu adalah 20 tahun. Ada juga yang mengatakan bahwa umur Rasulullah waktu itu adalah 10 tahun.
Syekh Wahid Abdus-Salam Bali dalam Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah menyebut kala itu usia Rasululullah menginjak 15 tahun. (Baca Juga: Masya Allah! Indahnya Bentuk Tubuh Rasulullah SAW )
Mungkin sebab perbedaan ini, menurut Haekal, karena perang tersebut berlangsung selama empat tahun. Pada tahun permulaan ia berumur limabelas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.
Orang juga berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Sayyidina Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah. (Baca Juga: Cincin Rasulullah SAW dan Cara Memakainya )
Syekh Wahid Abdus-Salam mengakui tidak ada kabar yang sahih menyebutkan tentang keikutsertaan Rasulullah pada perang ini kecuali apa yang disebutkan oleh Ibnu Hisyam dalam Sirahnya tanpa menyebutkan sanad, bahwa Rasulullah bersabda: ” Ketika itu (perang Fijar) aku memanah melindungi paman-pamanku.”
Lihat Juga :