Subhanallah, Inilah Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Rabu, 01 Juli 2020 - 23:14 WIB
Abu Dzar bertanya lagi, "Ya Rasulullah , apakah kandungan shahifah yang diturunkan kepada Nabi Musa ?" Beliau menjawab, "Semuanya berisi pelajaran-pelajaran, misalnya: 'Aku heran terhadap orang yang meyakini kematian, tetapi ia masih bergembira dengan sesuatu, (biasanya seseorang jika telah diputus akan dihukum mati, ia tidak akan merasa tenang dengan apapun). Aku heran terhadap orang yang meyakini kematiannya, tetapi ia masih bisa tertawa. Aku heran terhadap orang yang selalu memperhatikan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan dinamika dunia, tetapi ia masih merasa tenang dengannya. Aku heran terhadap orang yang meyakini takdir, tetapi ia masih berduka cita bersedih hati. Aku heran terhadap orang yang meyakini hisab itu dekat, tetapi ia tidak beramal saleh.

Abu Dzar meminta lagi, "Ya Rasulullah , tambahkan lagi wasiat untukku!" Pertama-tama Rasulullah mewasiatkan takwa kepadaku. Lalu beliau bersabda, "Takwa adalah dasar dan akar segala urusan". Aku meminta lagi, "Ya Rasulullah , tambahkan lagi wasiat untukku.” Beliau bersabda, "Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan mengingat Allah, karena yang demikian itu adalah nur bagimu di bumi dan simpanan bagimu di langit".

Aku meminta lagi, "Tambahkan lagi wasiat untukku!" Beliau SAW bersabda: "Jangan banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan nur wajah (merugikan jasmani dan Ruhani)". Beliau SAW bersabda lagi, "Pentinglah jihad, karena jihad adalah rahbaniah umatku. (Pada zaman dahulu, rahib adalah orang-orang yang memutuskan seluruh hubungan dengan dunia dan diri mereka hanya pasrah kepada Allah)".

Aku minta tambahan lagi. Lalu beliau SAW bersabda: "Pandanglah selalu orang-orang yang berada di bawahmu (lebih rendah darimu), dengan begitu kamu dapat bersyukur; dan jangan memandang orang yang berada di atasmu, sehingga kamu akan meremehkan nikmat Allah".

Aku meminta tambahan lagi. Lalu beliau SAW bersabda: "Hendaklah keburukanmu menahanmu dari mencaci orang lain. Dan janganlah mencari aib orang lain, sedangkan kamu sendiri melakukannya. Cukuplah sebagai bahan untuk mencela dirimu bahwa kamu melihat aib orang lain, sedangkan aib itu ada pada dirimu tetapi kamu tidak menyadarinya, atau kamu mengoreksi kesalahan orang lain sedangkan kamu sendiri melakukannya".

Kemudian dengan tangannya yang mulia, Nabi SAW menepuk dadaku sambil bersabda, "Wahai Abu Dzar, tidak ada kebijaksanaan yang lebih baik daripada pengaturan, tidak ada ketakwaan yang lebih baik daripada menjauhi larangan, dan tidak ada kemuliaan yang lebih baik daripada sopan santun".

Demikian wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari yang sarat hikmah dan pelajaran berharga. Semoga Allah memberikan taufik-Nya agar kita bisa mengamalkannya. ( Baca Juga: Wasiat Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW )

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!