Sejarah Masuknya Islam di Tanah Betawi
Selasa, 13 September 2022 - 14:02 WIB
Syaikh Quro, Kean Santang, Pangeran Syarif Lubang Buaya, Pangeran Papak, Dato Tanjung Kait, Kumpi Dato Depok, Dato Tonggara dan Dato Ibrahim Condet, Dato Biru Rawa Bangke.
2. Fase lanjutan penyebaran Islam (1522-1650)
Fatahillah (Fadhillah Khan), Dato Wan, Dato Makhtum, Pangeran Sugiri Kampung Padri, Kong Ja'mirin Kampung Marunda.
3. Fase lanjutan kedua penyebaran Islam (1650-1750)
Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya dan keturunannya yang berbasis di Masjid Al Manshur Jembatan Lima, keturunan dari Pangeran Kadilangu, Demak yang berbasis di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang.
4. Fase Pertama Perkembangan Islam (1750-sampai awal Abad ke-19)
Habib Husein Alaydrus Luar Batang dan Syaikh Junaid Al-Betawi, Pekojan.
5. Fase Kedua Perkembangan Islam dari Abad ke-19 sampai sekarang.
Dalam fase perkembangan dari Abad ke-19 inilah kemudian lahir seorang ulama sangat berpengaruh yang juga Mufti Betawi, Habib Usman bin Yahya. Bukan saja di Jakarta, Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Menurut Habib Ismail bin Yahya bahwa dalam sebuah lawatan ulama Pattani Thailand ke salah satu pondok pesantren di Sukabumi, mereka menemukan karya-karya Habib Usman bin Yahya dalam bahasa Arab Melayu. Mereka mengatakan bahwa di tempat mereka di Pattani, karya-karya Habib Usman bin Yahya masih diajarkan.
2. Fase lanjutan penyebaran Islam (1522-1650)
Fatahillah (Fadhillah Khan), Dato Wan, Dato Makhtum, Pangeran Sugiri Kampung Padri, Kong Ja'mirin Kampung Marunda.
3. Fase lanjutan kedua penyebaran Islam (1650-1750)
Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya dan keturunannya yang berbasis di Masjid Al Manshur Jembatan Lima, keturunan dari Pangeran Kadilangu, Demak yang berbasis di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang.
4. Fase Pertama Perkembangan Islam (1750-sampai awal Abad ke-19)
Habib Husein Alaydrus Luar Batang dan Syaikh Junaid Al-Betawi, Pekojan.
5. Fase Kedua Perkembangan Islam dari Abad ke-19 sampai sekarang.
Dalam fase perkembangan dari Abad ke-19 inilah kemudian lahir seorang ulama sangat berpengaruh yang juga Mufti Betawi, Habib Usman bin Yahya. Bukan saja di Jakarta, Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Menurut Habib Ismail bin Yahya bahwa dalam sebuah lawatan ulama Pattani Thailand ke salah satu pondok pesantren di Sukabumi, mereka menemukan karya-karya Habib Usman bin Yahya dalam bahasa Arab Melayu. Mereka mengatakan bahwa di tempat mereka di Pattani, karya-karya Habib Usman bin Yahya masih diajarkan.
Lihat Juga :