Kisah Asy-Syibli Membeli Ilmu dari Al-Junaid

Minggu, 09 Oktober 2022 - 14:50 WIB
Asy-Syibli menghabiskan satu tahun mengemis di jalanan Baghdad, tanpa keberhasilan. Foto/Ilustrasi: Ist
Kisah Abu Bakr ibnu Dulaf ibnu Jahdar ('asy-Syibli') membeli ilmu dari Abul Qasim al-Junaid diambil dari buku The Revelation of the Veiled. "Ini adalah tentang kisah masa belajar asy-Syibli di bawah al-Junaid," tulis Idries Shah dalam bukunya berjudul "The Way of the Sufi".

Al-Junaid adalah adalah si 'Merak Kaum Terpelajar'. Asy-Syibli dan al-Junaid adalah dua guru Sufi awal. Mereka berdua hidup dan mengajar lebih dari seribu tahun yang lalu.

Baca juga: Jalan Sufi: Pertumbuhan, Kemerosoan, dan Pembaruan

Idries Shah menjelaskan al-Junaid sendiri memperoleh spiritualitasnya melalui pengaruh Ibrahim ibnu Adham ('Ibnu Adhem' dalam puisi Leigh Hunt), ia sebagaimana Budha, adalah seorang pangeran yang turun tahta mengikuti tarekat, dan meninggal pada abad ke-8.

Suatu kali, asy-Syibli, anggota istana yang angkuh, pergi ke al-Junaid, mencari pengetahuan sejati. Katanya, "Aku dengar bahwa engkau mempunyai karunia pengetahuan. Berikan, atau juallah padaku."

Al-Junaid berkata, "Aku tidak dapat menjualnya padamu, karena engkau tidak mempunyai harganya. Aku tidak memberikan padamu, karena yang akan kau miliki terlalu murah. Engkau harus membenamkan diri ke dalam air, seperti aku, supaya memperoleh mutiara."

"Apa yang harus kulakukan?" tanya asy-Syibli.

"Pergilah dan jadilah penjual belerang."

Setahun berlalu, al-Junaid berkata padanya, "Engkau maju sebagai pedagang. Sekarang menjadi darwis, jangan jadi apa pun selain mengemis."

Baca juga: Jalan Sufi: Berikut Salah Satu Materi Tarekat Chrisytiyah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!