Ini Perbedaan antara Imperium Islam dan Romawi Menurut Muhammad Asad
Kamis, 13 Oktober 2022 - 16:56 WIB
"Segala ini memaksakan kesimpulan pada kita bahwa kekuatan batin dan kesehatan sosial dari dunia Islam lebih tinggi daripada segala yang pernah dialami umat manusia hingga saat ini dengan jalan organisasi sosial," ujar Muhammad Asad.
Bahkan peradaban China yang tiada ragu telah memperlihatkan kekuatan-kekuatan bertahan selama berabad-abad tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan di sini.
Baca juga: Reruntuhan Struktur Kota Romawi Kuno Ditemukan di Inggris
China terletak di ujung satu benua yang hingga pada akhir abad yang lalu --yaitu sehingga kebangkitan Jepang modern-- berada di luar capaian kekuatan apapun; peperangan dengan orang Mongol pada zaman Jengis Khan dan keturunan-keturunannya hampir tidak menyentuh imperium China; tetapi imperium Islam membentang hingga tiga benua dan sepanjang masa itu dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhi dengan gaya hidup yang besar.
Sejak permulaan sejarah bagian bumi yang dinamakan Timur Tengah dan Timur Dekat merupakan gunung api dari pertentangan-pertentangan tenaga-tenaga rasial dan kebudayaan; tetapi pertahanan organisasi Islam tidak terpadamkan, sekurang-kurangnya hingga pada saat ini.
Muhammad Asad mengatakan kita tidak perlu mencari keterangan yang jauh tentang pemandangan yang mengagumkan ini: ajaran agama dari al-Qur'an-lah yang memberi dasar yang kuat, dan teladan hidup Nabi Muhammad SAW-lah yang menjadi pita baja yang melingkari struktur sosial yang agung itu.
"Imperium Romawi tidak memiliki unsur spiritual semacam itu untuk mempertahankan kesatuannya, dan oleh karena itu ia runtuh demikian cepat," ujarnya.
Tetapi, ujarnya lagi, masih ada satu perbedaan lagi antara kedua imperium lama itu.
Sementara dalam imperium Islam tidak ada bangsa yang diistimewakan, dan kekuasaan ditundukkan kepada penyiaran idea yang dianggap oleh pembawa-pembawa suluhnya sebagai kebenaran agamawi yang luhur, idea yang mendasari imperium Romawi adalah penaklukan demi kekuasaan dan eksploitasi atas bangsa-bangsa lain untuk kepentingan negara induk sendiri.
Untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi golongan yang diistimewakan, tidak ada keganasan yang terlalu buruk bagi bangsa Romawi, tidak ada ketidakadilan yang terlalu keji: "Keadilan Romawi" yang terkenal itu adalah keadilan bagi orang-orang Romawi saja.
Bahkan peradaban China yang tiada ragu telah memperlihatkan kekuatan-kekuatan bertahan selama berabad-abad tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan di sini.
Baca juga: Reruntuhan Struktur Kota Romawi Kuno Ditemukan di Inggris
China terletak di ujung satu benua yang hingga pada akhir abad yang lalu --yaitu sehingga kebangkitan Jepang modern-- berada di luar capaian kekuatan apapun; peperangan dengan orang Mongol pada zaman Jengis Khan dan keturunan-keturunannya hampir tidak menyentuh imperium China; tetapi imperium Islam membentang hingga tiga benua dan sepanjang masa itu dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhi dengan gaya hidup yang besar.
Sejak permulaan sejarah bagian bumi yang dinamakan Timur Tengah dan Timur Dekat merupakan gunung api dari pertentangan-pertentangan tenaga-tenaga rasial dan kebudayaan; tetapi pertahanan organisasi Islam tidak terpadamkan, sekurang-kurangnya hingga pada saat ini.
Muhammad Asad mengatakan kita tidak perlu mencari keterangan yang jauh tentang pemandangan yang mengagumkan ini: ajaran agama dari al-Qur'an-lah yang memberi dasar yang kuat, dan teladan hidup Nabi Muhammad SAW-lah yang menjadi pita baja yang melingkari struktur sosial yang agung itu.
"Imperium Romawi tidak memiliki unsur spiritual semacam itu untuk mempertahankan kesatuannya, dan oleh karena itu ia runtuh demikian cepat," ujarnya.
Tetapi, ujarnya lagi, masih ada satu perbedaan lagi antara kedua imperium lama itu.
Sementara dalam imperium Islam tidak ada bangsa yang diistimewakan, dan kekuasaan ditundukkan kepada penyiaran idea yang dianggap oleh pembawa-pembawa suluhnya sebagai kebenaran agamawi yang luhur, idea yang mendasari imperium Romawi adalah penaklukan demi kekuasaan dan eksploitasi atas bangsa-bangsa lain untuk kepentingan negara induk sendiri.
Untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi golongan yang diistimewakan, tidak ada keganasan yang terlalu buruk bagi bangsa Romawi, tidak ada ketidakadilan yang terlalu keji: "Keadilan Romawi" yang terkenal itu adalah keadilan bagi orang-orang Romawi saja.
Lihat Juga :