Masih Adakah Umat Islam Tidak Mengenal Abu Hurairah? Begini Sosoknya
Kamis, 20 Oktober 2022 - 17:06 WIB
Abu Hurairah hidup di Shuffah dalam keadaan faqir, tidak memiliki harta, rumah dan mata pencaharian. Tapi sia merasa cukup dengan kemudahan yang diberikan Allah kepadanya dan kepada para ahlus shuffah, yaitu berupa hadiah untuk mereka dan makanan yang dinikmati bersama dengan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Abu Hurairah pernah bercerita bahwa dia melihat 70 orang dari ahlu shuffah, tidak seorang pun di antara mereka yang memakai rida‘ (Sejenis kain penutup bagian atas tubuh). Mereka hanya mengenakan sarung atau kisa’ (potongan kain). Mereka mengikatkan potongan kain tersebut pada leher mereka. Ada yang menjulur sampai separuh betis dan ada yang sampai kedua mata kaki. Kemudian dia mengumpulkannya dengan tangan karena khawatir terlihat auratnya.”
Ahlus shuffah tinggal di emperan masjid Nabawi cukup lama. Selama Rasulullah masih hidup, Abu Hurairah tidak menikah dan belum punya anak. Ketika Rasulullah wafat, Abu Hurairah menikah dan pernah menjadi walikota di Madinah lebih dari satu kali. Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau menjadi walikota di maka Khalifah Mu'awiyah bin Abu Sufan. Kelembutan dan keluwesannya saat menjabat tidak pernah ada yang menandingi.
Dalam pribadi Abu Hurairah terkumpul kekayaan akan ilmu, ketakwaan, dan wara' (hidup berhati-hati karena takut menyelisihi Allah dan Rasul-Nya). Siang hari berpuasa, malam dia ibadah. Anak dan istrinya kerap dibangunkan malam untuk beribadah atau sholat malam. Karena itulah keluarga Abu Hurairah tidak putus-putus ibadah siang malam.
Dalam sebuah riwayat, sahabat penghafal hadis yang mulia ini diberikan umur yang panjang oleh Allah Ta’ala. Di riwayatkan bahwa beliau wafat di umur 78 tahun, maka jarak dari wafatnya Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam dengan wafatnya Abu Hurairah sekitar 47 tahun. Itulah sebabnya beliau sangat sering mengajarkan ummat dan banyak meriwayatkan hadis.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan rahmatNya kepada Abu Hurairah seluas-luasnya. Semoga Allah memberikan pahala berlimpah dan Allah membalas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan balasan yang sebaik-baiknya.
Perkataan beliau yang dikenal adalah, beliau berkata : “Aku membagi malamku tiga bagian. Pertama untuk membaca Al Quran, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan hadisku.
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadis
Wallahu A'lam
Abu Hurairah pernah bercerita bahwa dia melihat 70 orang dari ahlu shuffah, tidak seorang pun di antara mereka yang memakai rida‘ (Sejenis kain penutup bagian atas tubuh). Mereka hanya mengenakan sarung atau kisa’ (potongan kain). Mereka mengikatkan potongan kain tersebut pada leher mereka. Ada yang menjulur sampai separuh betis dan ada yang sampai kedua mata kaki. Kemudian dia mengumpulkannya dengan tangan karena khawatir terlihat auratnya.”
Ahlus shuffah tinggal di emperan masjid Nabawi cukup lama. Selama Rasulullah masih hidup, Abu Hurairah tidak menikah dan belum punya anak. Ketika Rasulullah wafat, Abu Hurairah menikah dan pernah menjadi walikota di Madinah lebih dari satu kali. Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau menjadi walikota di maka Khalifah Mu'awiyah bin Abu Sufan. Kelembutan dan keluwesannya saat menjabat tidak pernah ada yang menandingi.
Dalam pribadi Abu Hurairah terkumpul kekayaan akan ilmu, ketakwaan, dan wara' (hidup berhati-hati karena takut menyelisihi Allah dan Rasul-Nya). Siang hari berpuasa, malam dia ibadah. Anak dan istrinya kerap dibangunkan malam untuk beribadah atau sholat malam. Karena itulah keluarga Abu Hurairah tidak putus-putus ibadah siang malam.
Dalam sebuah riwayat, sahabat penghafal hadis yang mulia ini diberikan umur yang panjang oleh Allah Ta’ala. Di riwayatkan bahwa beliau wafat di umur 78 tahun, maka jarak dari wafatnya Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam dengan wafatnya Abu Hurairah sekitar 47 tahun. Itulah sebabnya beliau sangat sering mengajarkan ummat dan banyak meriwayatkan hadis.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan rahmatNya kepada Abu Hurairah seluas-luasnya. Semoga Allah memberikan pahala berlimpah dan Allah membalas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan balasan yang sebaik-baiknya.
Perkataan beliau yang dikenal adalah, beliau berkata : “Aku membagi malamku tiga bagian. Pertama untuk membaca Al Quran, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan hadisku.
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadis
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :