Inilah Alasan Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadis

loading...
Inilah Alasan Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadis
Inilah Alasan Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadis
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (RA) adalah salah satu di antara sahabat Rasulullah SAWyang paling banyak meriwayatkan hadis. Nama asli beliau Abdrurrahman bin Shakhr Ad-Dausi, namun lebih dikenal dengan kun-yah sebagai Abu Hurairahkarena beliau hidup bersama banyak kucing.

Sebagian riwayat menyebut bahwa Abu Hurairah lahir 19 tahun sebelum hijrah Nabi SAW. Namun baru masuk Islam kurang lebih pada tahun ke-7 hijriyah, setelah Perang Khaibar. Masa beliau hidup bersama Rasulullah SAWpraktis kurang lebih hanya sekitar 2-3 tahun saja.

Meski terbilang singkat bersama Rasulullah SAW, ternyata Abu Hurairah termasuk orang paling banyak meriwayatkan hadis. Jumlahnya tidak kurang dari 5.374 butir hadis. Muncul pertanyaan, apa yang membuat Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadis? Padahal beliau hanya bertemu Nabi SAW selama tiga tahun saja, tetapi meriwayatkan begitu banyak hadits. Berikut penjelasan Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat.

Jawabannya sederhana sekali. Di antara faktor kenapa Abu Hurairah termasuk shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits adalah :

1. Intensitas Kebersamaan dengan Rasulullah SAW.

Abu Hurairah termasuk sahabat yang bergaul dengan Nabi SAW secara intensif. Boleh dibilang 24 jam dalam sehari, kemana beliau SAW berada, di sanalah Abu Hurairah ikut menguntitnya. Cara ini tidak dilakukan oleh semua sahabat, meski mereka tiap hari bertemu dengan Rasulullah SAW. Kita ambil contoh, meski tiap lima waktu salat para sahabat berjumpa dengan Rasulullah SAW, namun begitu salat selesai, tentu mereka pulang ke rumah masing-masing.



Sementara Abu Hurairah tetap bersama Nabi SAW. Beliau tidak punya rumah dan termasuk orang yang tinggalnya memang di masjid Nabawi. Beliau termasuk ahlush-shuffah, tinggal bersama Nabi SAW di Masjid Nabawi, bahkan makan dari apa yang dimakan oleh Nabi SAW. Maka wajar bila intensitas ini berpegaruh pada banyaknya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

2. Tema dan Jenis Hadis.

Kalau kita perhatikan dari tema dan jenis hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah umumnya merupakan hadis-hadis ringan dan masalah keseharian. Katakanlah tentang makanan, pakaian, kebiasaan-kebiasaan Rasulullah SAW, termasuk tentang rumah beliau, keadaan isinya, dapurnya dan seterusnya. Meskipun sederhana, namun kita tidak meremehkan bobot kualitas materinya. Faktor ini tentu banyak sekali ikut berpengaruh pada jumlah kuantitas hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahuanhu.

3. Lamanya Masa Hidup untuk Menyampaikan Hadis.
Disebutkan bahwa Abu Hurairah hidup lama sepeninggal Rasulullah SAW. Beliau tercatat wafat di tahun 57 hijriyah, atau 47 tahun sepeninggal Nabi SAW. Kita tahu bahwa masa sepeninggal beliau SAW itulah masa dimana hadis-hadis itu diajarkan dan disampaikan kepada generasi para tabi'in.

Semakin lama masa hidup sepeninggal Nabi SAW, maka semakin banyak pula hadis yang akan disampaikan. Sebaliknya, semakin singkat masa hidup sepeninggal Nabi SAW, makin sedikit pula hadis yang disampaikan.



4. Profesi.
Meski Umar bin Khattab hidup lebih lama, beliau sendiri seorang Amirul Mukminin, setiap hari sibuk mengurus masyarakat. Sedangkan Abu Hurairah semata-mata hanya mengajar dan mengajar saja setiap hari. Dan yang diajarkannya tidak lain adalah hadits-haditsnabi SAW. Maka otomatis Abu Hurairah lah paling banyak mengajarkan hadis tentang Rasulullah SAW ketimbang Umar yang sibuk dengan urusan negara. Maka faktor profesi para sahabat ikut mempengaruhi dalam menentukan jumlah dan kuantitas hadits.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ عَلَيۡكَ الۡكِتٰبَ مِنۡهُ اٰيٰتٌ مُّحۡكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الۡكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ‌ؕ فَاَمَّا الَّذِيۡنَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ زَيۡغٌ فَيَتَّبِعُوۡنَ مَا تَشَابَهَ مِنۡهُ ابۡتِغَآءَ الۡفِتۡنَةِ وَابۡتِغَآءَ تَاۡوِيۡلِهٖۚ وَمَا يَعۡلَمُ تَاۡوِيۡلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ؔ‌ۘ وَ الرّٰسِخُوۡنَ فِى الۡعِلۡمِ يَقُوۡلُوۡنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنۡ عِنۡدِ رَبِّنَا ‌ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ
Allah-lah yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (ayat yang mudah dipahami), itulah pokok-pokok Al-Qur'an dan yang lain mutasyabihat (ayat yang hanya Allah yang mengetahui maksudnya). Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepada Al-Qur'an, semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.

(QS. Ali 'Imran:7)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video