Contoh Dosa Riba di Sekitar Kita yang Jarang Disadari
Sabtu, 19 November 2022 - 08:02 WIB
Riba merupakan perkara haram yang dosanya sangat besar melebihi 36 kali dosa zina. Foto ilustrasi/dok brainly
Contoh dosa riba di sekitar kita yang jarang disadati umat muslim. Dalam Islam, riba adalah perkara haram yang dosanya sangat besar melebihi 36 kali dosa zina.
Para pemakan riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila dan tercekik. Adapun dosa paling ringan dari perkara riba yaitu seperti menzinai ibunya sendiri. Na'udzubillahi min dzalik.
Dalam Al-Qur'an ditegaskan bahwa Allah Ta'ala melarang riba dan menghalalkan jual beli. Banyaknya praktik ribawi di tengah masyarakat disebabkan kurangnya pemahaman tentang riba secara benar. Padahal, Al-Qur'an maupun Hadis telah menjelaskan secara tegas tentang keharaman perkara ini.
Riba secara bahasa berarti tambahan. Secara syari'at artinya adanya tambahan dalam suatu barang yang khusus. Maksud tambahan secara khusus ialah tambahan yang diharamkan oleh syari'at Islam, baik diperoleh dengan penjualan, penukaran atau peminjaman berkenaan dengan benda riba.
Allah memerintahkan kaum mukmin meninggalkan riba. Berikut firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ (279)
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS Al-Baqarah: 278-279)
Berikut contoh dosa riba di sekitar kita yang jarang disadari:
1. Pinjaman Online (Pinjol)
Pinjaman online (Pinjol) saat ini sedang marak di tengah masyarakat. Banyak masyarakat terjerat utang pinjol hingga berujung kehilangan pekerjaan dan masuk penjara. Pinjaman online ini termasuk riba karena adanya tambahan (bunga). Mereka menawarkan pinjaman uang mulai Rp1 juta hingga Rp100 juta lebih lewat aplikasi dan iklan di jaringan internet. MUI sendiri telah mengharamkan Pinjol ini karena mengandung riba. "Setiap utang-piutang yang mendatangkan tambahan maka itu adalah riba."
Para pemakan riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila dan tercekik. Adapun dosa paling ringan dari perkara riba yaitu seperti menzinai ibunya sendiri. Na'udzubillahi min dzalik.
Dalam Al-Qur'an ditegaskan bahwa Allah Ta'ala melarang riba dan menghalalkan jual beli. Banyaknya praktik ribawi di tengah masyarakat disebabkan kurangnya pemahaman tentang riba secara benar. Padahal, Al-Qur'an maupun Hadis telah menjelaskan secara tegas tentang keharaman perkara ini.
Riba secara bahasa berarti tambahan. Secara syari'at artinya adanya tambahan dalam suatu barang yang khusus. Maksud tambahan secara khusus ialah tambahan yang diharamkan oleh syari'at Islam, baik diperoleh dengan penjualan, penukaran atau peminjaman berkenaan dengan benda riba.
Allah memerintahkan kaum mukmin meninggalkan riba. Berikut firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ (279)
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS Al-Baqarah: 278-279)
Berikut contoh dosa riba di sekitar kita yang jarang disadari:
1. Pinjaman Online (Pinjol)
Pinjaman online (Pinjol) saat ini sedang marak di tengah masyarakat. Banyak masyarakat terjerat utang pinjol hingga berujung kehilangan pekerjaan dan masuk penjara. Pinjaman online ini termasuk riba karena adanya tambahan (bunga). Mereka menawarkan pinjaman uang mulai Rp1 juta hingga Rp100 juta lebih lewat aplikasi dan iklan di jaringan internet. MUI sendiri telah mengharamkan Pinjol ini karena mengandung riba. "Setiap utang-piutang yang mendatangkan tambahan maka itu adalah riba."
Lihat Juga :