Banjir Itu Datang Juga, Menyisakan 40 Pasang Pengikut Nabi Nuh
Selasa, 28 April 2020 - 02:25 WIB
Ketika melihat itu, cepat-cepat dia pergi ke bahtera dan berteriak, “Wahai kaumku, selamatkan diri kalian, selamatkan diri kalian!” Atas panggilan itu, umat Nabi Nuh, yang berjumlah 40 laki-laki dan 40 perempuan datang ke bahtera.
Nabi Nuh AS berkata kepada anaknya, Kan’an, “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”
وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir". (QS Hud : 42)
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS Hud : 43)
Allah memberitahu bahwa dia adalah orang yang tidak salih. Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa Kan’an telah tenggelam sebelum dia mencapai gunung.
Ibnu ‘Abbas ra meriwayatkan bahwa tatkala dapur memancarkan air, pintu-pintu langit dibukakan untuk menurunkan air tanpa ada awan dan dunia menjadi gelap gulita.
Malaikat al-Ghadhab (pemarah) memukul-mukulkan sayapnya ke arah matahari dan langit berkata, “Seandainya tidak ada ketentuan yang telah digariskan oleh Allah, tentu air akan mengalir hingga ke bumi lapis ke tujuh.”
Pada saat itu, para lelaki sedang berjalan di jalan-jalan; dari bawah kakinya keluar air. Para wanita berdiam diri di rumahnya; dari bawah mereka keluar air. Air memancar dan bergolak, seperti bergolaknya air yang ada di dalam kuali. Air keluar dari seantero bumi.
Ketika air telah memancar di kota Amsus, yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Raja Suraid, dan dia telah mendengar suara orang-orang yang meminta tolong, dia pergi bersama para pembesar kaumnya dan berdiri di atas gunung yang tertinggi untuk melihat keadaan manusia.
Nabi Nuh AS berkata kepada anaknya, Kan’an, “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”
وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir". (QS Hud : 42)
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS Hud : 43)
Allah memberitahu bahwa dia adalah orang yang tidak salih. Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa Kan’an telah tenggelam sebelum dia mencapai gunung.
Ibnu ‘Abbas ra meriwayatkan bahwa tatkala dapur memancarkan air, pintu-pintu langit dibukakan untuk menurunkan air tanpa ada awan dan dunia menjadi gelap gulita.
Malaikat al-Ghadhab (pemarah) memukul-mukulkan sayapnya ke arah matahari dan langit berkata, “Seandainya tidak ada ketentuan yang telah digariskan oleh Allah, tentu air akan mengalir hingga ke bumi lapis ke tujuh.”
Pada saat itu, para lelaki sedang berjalan di jalan-jalan; dari bawah kakinya keluar air. Para wanita berdiam diri di rumahnya; dari bawah mereka keluar air. Air memancar dan bergolak, seperti bergolaknya air yang ada di dalam kuali. Air keluar dari seantero bumi.
Ketika air telah memancar di kota Amsus, yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Raja Suraid, dan dia telah mendengar suara orang-orang yang meminta tolong, dia pergi bersama para pembesar kaumnya dan berdiri di atas gunung yang tertinggi untuk melihat keadaan manusia.
Lihat Juga :