Banjir Itu Datang Juga, Menyisakan 40 Pasang Pengikut Nabi Nuh

Selasa, 28 April 2020 - 02:25 WIB
Di sana dia berpikir dan tidak sadar air telah meluap dari bawah kudanya. Kemudian dia kembali menuju gedungnya. Ternyata gedung itu telah terendam oleh air yang bergelombang seperti gunung dan tidak ada satu pun barang yang terlihat di atas permukaan bumi.

Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa banjir besar ini bermula dari Kufah dan di sanalah tempat meluapnya air dari dapur. Ketika itu, Nabi Nuh beserta pengikutnya telah naik ke dalam bahtera.

Diriwayatkan, ketika ‘Auj melihat kegentingan ini, dia pergi menuju bahtera dan meletakkan tangannya di atasnya. Nabi Nuh AS berkata kepadanya, “Apa yang engkau inginkan wahai musuh Allah?” (Baca juga: Raksasa Bernama ‘Auj yang Mengangkut Kayu untuk Kapal Nabi Nuh )

‘Auj menjawab, “Jangan risau wahai Nabiyullah! Biarkan aku berjalan menuruti lajunya bahtera ke mana pun lajunya. Aku letakkan tanganku di atas bahtera ini untuk menenangkan diri dari rasa kaget dan aku mendengar tasbihnya para malaikat.”

Allah mewahyukan kepada Nuh, “Tidak perlu takut kepada ‘Auj. Biarkan dia berjalan bersama lajunya bahtera ke mana pun lajunya.”

Selanjutnya, Nabi Nuh AS mengunci pintu-pintu bahtera dan berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Huud : 41).

Bahtera itu membawa mereka mengarungi ombak-ombak besar yang bergunung-gunung. Allah berfirman:

إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلْمَآءُ حَمَلْنَٰكُمْ فِى ٱلْجَارِيَةِ

Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera. (QS Al-Haaqqah : 11). (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!