Seni Menghadapi Bala' Ketika Menimpa Orang Beriman

Kamis, 01 Desember 2022 - 11:28 WIB
Hikmah Allah mengharuskan adanya perbedaan antara orang yang baik dengan buruk, dan ini hakikatnya merupakan faedah dari ujian (yang diberikan). Ujian itu bukan untuk menghilangkan keimanan dan mengeluarkan seseorang dari agamanya, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan hamba-Nya.

Oleh karenanya, pada ayat ini Allah mengabarkan bahwa Dia akan menguji para hamba-Nya (dengan sedikit ketakutan) dari musuh-musuh. (Kelaparan) maksudnya : Allah akan menguji dengan sedikit dari dua perkara tersebut. Kalau seandainya Allah uji mereka dengan keseluruhan rasa takut dan lapar, maka niscaya mereka akan binasa. Sedangkan ujian itu fungsinya untuk memilih (yang terbaik), bukan membinasakan.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa ada pahala berlipat dan banyak sesuai dengan besarnya cobaan dan ujian yang terjadi pada diri seorang hamba di dunia. Ya, yakni apabila dia bersabar dan mengharap pahala dengan datangnya ujian itu. Sebab di antara tanda kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah Allah akan memberikan cobaan kepadanya.

Maka apabila hamba itu ridha dengan keputusan dan ketentuan dari Allah, dan hanya mengharap pahala serta berbaik sangka kepada Allah, maka Allah akan ridha dan memberikan pahala kepadanya. Akan tetapi jika ia marah dengan keputusan Allah dan berkeluh kesah dengan musibah yang menimpanya, maka Allah pun akan marah kepadanya dan akan menghukumnya.

Musibah, cobaan, ujian, wabah, sakit, bencana, kematian itu adalah takdir Allah dan pilihan Allah untuk kita, Allah Maha Tahu tentang manfaat buat diri, keluarga, dan masyarakat, Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Apa saja yang menimpa kita merupakan Kebijaksanaan sekaligus Rahmat Allah dan juga Allah mencintai kita kalau kita sabar dan ridho. Keluhan, penyesalan dan putus asa atas musibah, cobaan, ujian, tidak akan dapat mengubah takdir Allah, bahkan orang itu hilang pahalanya dan berdosa, bahkan Allah murka kepadanya.

Musibah, cobaan, ujian, wabah, penyakit, bahkan gempa itu tidak berlangsung terus-menerus. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, setiap kesempitan pasti ada kelapangan, dan Allah akan ganti dengan yang lebih baik dari berbagai macam kenikmatan. Maka Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bersabar. Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai orang-orang yang sabar, dan Allah Azza wa Jalla bersama orang-orang yang sabar.

Baca juga: Terjadinya Musibah dan Malapetaka, Berawal karena Seringnya Meremehkan Dosa

Wallahu A'alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!