Kapal Nabi Nuh Terdampar di Bukit Judi di Bulan Asyura
Selasa, 28 April 2020 - 15:05 WIB
Para penghuni kapal tidak kuat untuk melihat matahari dengan mata mereka. Hal itu mereka adukan kepada Nabi Nuh, mereka berkata, “Kami tidak kuat untuk melihat cahaya matahari dengan mata kami.”
Atas pengaduan itu, pada hari itu, Nabi Nuh menyuruh mereka untuk memakai cela dengan batu itsmid (antimonium) agar mata mereka kuat untuk melihat.
Diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa memakai cela pada hari Asyura, maka pada tahun itu dia tidak akan terkena sakit mata.”
Misi Gagak dan Merpati
Nabi Nuh AS membuka semua pintu kapal sehingga cahaya matahari masuk ke dalam kapal; burung-burung pun mengepakkan sayapnya; binatang-binatang bergerak, dan pohon-pohon bergoyang. Dan ketika melihat kapal telah berlabuh, ‘Auj meninggalkannya. Dia pergi berenang di dalam air sekehendaknya. (Baca juga: Banjir Itu Datang Juga, Menyisakan 40 Pasang Pengikut Nabi Nuh )
Al-Kisa’i mengatakan, gunung yang pertama kali tampak adalah gunung Abu Qubais yang ada di Makkah. Kemudian tampaklah tempat Ka’bah; ia telah menjadi sebuah bukit yang merah.
Tidak ada satu pun kampung yang selamat kecuali kampung Nahawand. Ia muncul dari permukaan air seperti tidak mengalami perubahan apa pun. Yang selamat lainnya adalah piramida-piramida dan sphinx yang terletak di dataran tinggi, yang telah dibangun oleh Hermez awal. Di sana dia meninggalkan ilmu nujum dan ilmu astronomi. Keduanya tampak seperti keadaannya semula. (Baca juga: Banjir Besar Era Nabi Nuh dan Misteri Piramida di Mesir )
Setelah itu, Nabi Nuh AS ingin memastikan apakah air masih menggenangi bumi atau tidak. Maka, dia utus burung gagak untuk mencari tahu tentang keadaan bumi. Setelah burung gagak itu pergi, ia melihat banyak bangkai dan ia pun terlena dengan memakan bangkai-bangkai tersebut hingga terlambat sampai 7 hari untuk membawa kabar yang diinginkan oleh Nuh.
Akhirnya, burung itu dipanggil; ia pun datang dengan kepalanya yang pening dan tidak bisa diam di satu tempat akibat terlalu banyak memakan bangkai.
Kemudian Nabi Nuh berkata kepada burung-burung yang lain, “Adakah di antara kalian yang bisa membawakan kepadaku berita tentang air, dan tdiak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh burung gagak?”
Atas pengaduan itu, pada hari itu, Nabi Nuh menyuruh mereka untuk memakai cela dengan batu itsmid (antimonium) agar mata mereka kuat untuk melihat.
Diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa memakai cela pada hari Asyura, maka pada tahun itu dia tidak akan terkena sakit mata.”
Misi Gagak dan Merpati
Nabi Nuh AS membuka semua pintu kapal sehingga cahaya matahari masuk ke dalam kapal; burung-burung pun mengepakkan sayapnya; binatang-binatang bergerak, dan pohon-pohon bergoyang. Dan ketika melihat kapal telah berlabuh, ‘Auj meninggalkannya. Dia pergi berenang di dalam air sekehendaknya. (Baca juga: Banjir Itu Datang Juga, Menyisakan 40 Pasang Pengikut Nabi Nuh )
Al-Kisa’i mengatakan, gunung yang pertama kali tampak adalah gunung Abu Qubais yang ada di Makkah. Kemudian tampaklah tempat Ka’bah; ia telah menjadi sebuah bukit yang merah.
Tidak ada satu pun kampung yang selamat kecuali kampung Nahawand. Ia muncul dari permukaan air seperti tidak mengalami perubahan apa pun. Yang selamat lainnya adalah piramida-piramida dan sphinx yang terletak di dataran tinggi, yang telah dibangun oleh Hermez awal. Di sana dia meninggalkan ilmu nujum dan ilmu astronomi. Keduanya tampak seperti keadaannya semula. (Baca juga: Banjir Besar Era Nabi Nuh dan Misteri Piramida di Mesir )
Setelah itu, Nabi Nuh AS ingin memastikan apakah air masih menggenangi bumi atau tidak. Maka, dia utus burung gagak untuk mencari tahu tentang keadaan bumi. Setelah burung gagak itu pergi, ia melihat banyak bangkai dan ia pun terlena dengan memakan bangkai-bangkai tersebut hingga terlambat sampai 7 hari untuk membawa kabar yang diinginkan oleh Nuh.
Akhirnya, burung itu dipanggil; ia pun datang dengan kepalanya yang pening dan tidak bisa diam di satu tempat akibat terlalu banyak memakan bangkai.
Kemudian Nabi Nuh berkata kepada burung-burung yang lain, “Adakah di antara kalian yang bisa membawakan kepadaku berita tentang air, dan tdiak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh burung gagak?”
Lihat Juga :