Sejarah Kekhalifahan Kordoba: Era Spanyol, Prancis, dan Portugal di Bawah Kekuasaan Muslimin

Jum'at, 16 Desember 2022 - 18:25 WIB
Ketika pilihan tersebut diberikan, banyak kaum Yahudi yang memilih untuk memeluk Kristen. Meski demikian masih banyak Muslim yang bertahan dengan keyakinannya walaupun itu dilakukan diam-diam. Selama beberapa generasi mereka hidup sebagai petani dan tukang kayu.

Setelah tahun 1525, seluruh penduduk Spanyol secara resmi sudah memeluk agama Kristen. Tapi perpindahan agama yang sifatnya memaksa, melahirkan peleburan yang tidak menyeluruh di kalangan masyarakat Spanyol.

Selain itu ada regulasi bernama Pureza de Sangre, yakni keharusan berdarah asli Spanyol untuk bisa menduduki posisi penting di pemerintahan dan gereja. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah munculnya kembali kekuatan lama di Spanyol.

Baca juga: Khalifah Al-Walid bin 'Abdul-Malik, Ketika Upeti Membanjiri Dinasti Umayyah

Islam Masuk Spanyol

Hanya saja, Islam pertama kali masuk ke Spanyol sejatinya ketika negara tersebut diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Damaskus adalah tempat umat Islam menguasai Afrika Utara sebelumnya. Sejarah mengenal tiga nama dalam penaklukan Spanyol. Yakni Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.

Di awal abad ke-8, pasukan dari Afrika Utara datang di Spanyol. Penduduk Eropa Barat menyebutnya sebagai bangsa Moor, yang tak lain adalah orang Arab. Mereka ini menyapu Afrika Utara dari tanah airnya di Timur Tengah. Termasuk mengislamkan penduduk Maroko. Tahun 711, Tariq ibn Ziyad, gubernur Tangier, menyeberangi Spanyol beserta 12 ribu tentaranya. Mereka mendarat di Gibraltar.

Tempat ini juga disebut Jabal Tariq atau Gunung Tariq, sebagai bentuk penghormatan pada dirinya. Mereka datang atas undangan masyarakat Visiogothic untuk membantu melawan Raja Roderic. Roderic meninggal dalam peperangan tersebut dan Spanyol berakhir tanpa pemimpin. Tariq kembali ke Maroko. Tapi setahun kemudian yakni tahun 712, Musa ibn Nushair, salah satu gubernur Muslim di Afrika Utara, datang di Spanyol bersama tentaranya. Dengan tujuan untuk menduduki kawasan tersebut.

Dalam waktu tiga tahun, Nushair menaklukkan seluruh wilayah pegunungan di bagian utara. Ia kemudian melanjutkan penaklukannya ke Prancis, tapi terhenti di Poitiers pada tahun 732. Al Andalus, demikian orang Islam Spanyol kerap disebut. Mereka ini terorganisasi di bawah pemerintahan sipil yang religius dari khalifah di Damaskus.

Gubernur Spanyol umumnya orang Suriah, yang kerangka dan referensi politiknya sangat dipengaruhi praktik-praktik masa Bizantium. Pada masa itu, pemeluk Islam bertambah. Termasuk di antaranya masyarakat Spanyol sendiri. Demikian juga dengan penduduk di kawasan perdesaan. Meski demikian, masih ada komunitas Kristen Roma yang menetap di perkotaan.

Selain itu tercatat juga masyarakat Yahudi. Populasi mereka mencapai lima persen dari total penduduk. Masyarakat Yahudi ini memainkan peran yang penting dalam perdagangan hingga pendidikan kala itu. Pada tahun 756, Dinasti Ummayah di Damaskus berakhir dan kekhalifahan dialihkan ke Baghdad oleh Dinasti Abbasiyah.

Nah, dari sinilah Abdurrahman al-Dakhil pergi ke Spanyol dan mendirikan kekhalifahan di Cordoba. Dinasti ini bertahan selama 250 tahun dan tercatat sebagai salah satu pemerintahan Islam yang gemilang.

Baca juga: Ibrahim bin Walid, 70 Malam Menjadi Khalifah Dinasti Umayyah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!