Saat Bezuk Orang Sakit: Nasihati agar Bertaubat dan Berwasiat
Jum'at, 23 Desember 2022 - 14:31 WIB
Apabila si sakit ditakdirkan Allah sembuh dari sakitnya, kata al-Qardhawi, maka sebaiknya ia dinasihati dan diingatkan agar menunaikan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah sewaktu dia sakit sebagai tanda syukur kepada Allah dan untuk memenuhi janjinya.
Sudah seharusnya si sakit menjaga hal itu. Allah berflrman: "... dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." ( QS al-Isra' : 34)
Allah juga telah memuji ahli kebajikan dan ahli takwa dengan firman-Nya: "... dan orang-orang yang menepati janjinya apabila mereka berjanji..." ( QS al-Baqarah : 177)
Baca juga: Nasihat yang Perlu Disampaikan saat Membezuk Orang Sakit
Memperbaiki Akhlak
Imam Nawawi dalam Al-Majmu mengatakan seharusnya si sakit mempunyai keinginan keras untuk memperbaiki akhlaknya, menjauhi pertikaian dan pertentangan mengenai urusan dunia, merasa bahwa saat ini merupakan saat terakhirnya di ladang amal sehingga ia harus mengakhirinya dengan kebajikan.
Hendaklah ia meminta kelapangan dan maaf kepada istrinya, anak-anaknya, keluarganya, pembantunya, tetangganya, teman-temannya, dan semua orang yang punya hubungan muamalah, pergaulan, persahabatan, dan sebagainya, serta meminta keridhaan mereka sedapat mungkin.
Selain itu, hendaklah ia menyibukkan dirinya dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, kisah-kisah orang saleh dan keadaan mereka ketika menghadapi kematian. Hendaklah ia memelihara sholatnya, menjauhi najis, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Janganlah ia menghiraukan perkataan orang yang mencela atas apa yang ia lakukan, sebab ini merupakan ujian baginya, dan orang yang mencelanya itu adalah teman yang bodoh dan musuh yang terselubung.
Di samping itu, hendaklah ia berpesan kepada keluarganya agar bersabar jika ia menghadap-Nya dan jangan meratapinya, karena meratap termasuk perbuatan jahiliah, demikian pula memperbanyak menangis.
Baca juga: Doa dan Jampi Saat Membezuk Orang Sakit Menurut Sunnah Nabi SAW
Sudah seharusnya si sakit menjaga hal itu. Allah berflrman: "... dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." ( QS al-Isra' : 34)
Allah juga telah memuji ahli kebajikan dan ahli takwa dengan firman-Nya: "... dan orang-orang yang menepati janjinya apabila mereka berjanji..." ( QS al-Baqarah : 177)
Baca juga: Nasihat yang Perlu Disampaikan saat Membezuk Orang Sakit
Memperbaiki Akhlak
Imam Nawawi dalam Al-Majmu mengatakan seharusnya si sakit mempunyai keinginan keras untuk memperbaiki akhlaknya, menjauhi pertikaian dan pertentangan mengenai urusan dunia, merasa bahwa saat ini merupakan saat terakhirnya di ladang amal sehingga ia harus mengakhirinya dengan kebajikan.
Hendaklah ia meminta kelapangan dan maaf kepada istrinya, anak-anaknya, keluarganya, pembantunya, tetangganya, teman-temannya, dan semua orang yang punya hubungan muamalah, pergaulan, persahabatan, dan sebagainya, serta meminta keridhaan mereka sedapat mungkin.
Selain itu, hendaklah ia menyibukkan dirinya dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, kisah-kisah orang saleh dan keadaan mereka ketika menghadapi kematian. Hendaklah ia memelihara sholatnya, menjauhi najis, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Janganlah ia menghiraukan perkataan orang yang mencela atas apa yang ia lakukan, sebab ini merupakan ujian baginya, dan orang yang mencelanya itu adalah teman yang bodoh dan musuh yang terselubung.
Di samping itu, hendaklah ia berpesan kepada keluarganya agar bersabar jika ia menghadap-Nya dan jangan meratapinya, karena meratap termasuk perbuatan jahiliah, demikian pula memperbanyak menangis.
Baca juga: Doa dan Jampi Saat Membezuk Orang Sakit Menurut Sunnah Nabi SAW
Lihat Juga :