Saifuddin Al-Qutuz, Sultan Mamluk yang Berhasil Memukul Mundur Pasukan Mongol
Selasa, 27 Desember 2022 - 06:30 WIB
Di tangan sang pemimpin legendaris Saifuddin Al-Qutuz, runtuhlah mitos tersebut. Beliau memimpin langsung pasukan dalam sebuah peperangan yang sangat menentukan yang dikenal dengan perang Ain Jalut.
Beliau dan pasukan muslimin untuk pertama kali mempecundangi tentara Mongol dalam bentuk kekalahan telak. Sebanyak 20.000 tentara Mongol terbunuh.
Lembah Ain Jalut, Jumat 25 Ramadhan 658 Hijriyah menjadi saksi sejarah kemenangan pasukan muslimin saat menghadapi serbuan pasukan Mongol. Sejak itu mental kaum muslimin berangsur bangkit kembali, hingga berhasil membebaskan diri dari belenggu penjajahan Mongol.
Sejarawan muslim Prof Nazer Ahmed ketika menggambarkan kemenangan pasukan muslim di Ainun Jalut dengan mengatakan: "Ia kedudukannya seperti Badar di masa Rasulullah. Rasulullah berdoa saat perang Badar: "Ya Allah, jka Engkau kalahkan kelompok kecil ini, maka Engkau tidak akan pernah disembah lagi di muka bumi."
Maka jika sampai kaum muslimin kalah dalam Perang Aiun Jalut, Mongol akan masuk ke Kairo untuk menghancurkan benteng terakhir umat Islam di sana. Lalu Kota Mekkah dan Madinah sudah pasti akan turut diluluhlantakkan.
Selanjutnya tentara Salib pun akan ikut campur. Turut serta menghancurkan wilayah muslim lainnya seperti di Andalusia. Lalu kembali masuk menguasai Yarusalem dan wilayah-wilayah Islam lainnya.
Atau kemungkinan terburuk lainnya, Mongol akan melanjutkan ekspansinya menyapu bersih daratan Eropa yang lemah. Dan jika demikian, hampir dipastikan bangsa Barat tidak akan bisa masuk ke zaman Renaisans meninggalkan zaman kegelapan mereka. Itu mengapa sebagian sejarawan Eropa menyebut kemenangan pasukan muslim di Ainun Jalut sebagai peperangan yang melindungi Eropa.
"Fakta selanjutnya yang mencengangkan adalah efek kemenangan tersebut menyebabkan banyak tentara Mongol masuk Islam. Mereka tergerak mempelajari Islam, setelah melihat keteguhan dan ketangguhan pasukan muslim yang lahir dari keyakinan mereka kepada agamanya," papar Ustaz Ahmad Syahrin.
Demikian kisah keberhasilan Sultan Saifuddin Al-Qutuz memukul mundur pasukan Mongol. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga: Dinasti Timuriyah, Kekaisaran yang Didirikan Sisa Pasukan Mongol yang Masuk Islam
Beliau dan pasukan muslimin untuk pertama kali mempecundangi tentara Mongol dalam bentuk kekalahan telak. Sebanyak 20.000 tentara Mongol terbunuh.
Lembah Ain Jalut, Jumat 25 Ramadhan 658 Hijriyah menjadi saksi sejarah kemenangan pasukan muslimin saat menghadapi serbuan pasukan Mongol. Sejak itu mental kaum muslimin berangsur bangkit kembali, hingga berhasil membebaskan diri dari belenggu penjajahan Mongol.
Sejarawan muslim Prof Nazer Ahmed ketika menggambarkan kemenangan pasukan muslim di Ainun Jalut dengan mengatakan: "Ia kedudukannya seperti Badar di masa Rasulullah. Rasulullah berdoa saat perang Badar: "Ya Allah, jka Engkau kalahkan kelompok kecil ini, maka Engkau tidak akan pernah disembah lagi di muka bumi."
Maka jika sampai kaum muslimin kalah dalam Perang Aiun Jalut, Mongol akan masuk ke Kairo untuk menghancurkan benteng terakhir umat Islam di sana. Lalu Kota Mekkah dan Madinah sudah pasti akan turut diluluhlantakkan.
Selanjutnya tentara Salib pun akan ikut campur. Turut serta menghancurkan wilayah muslim lainnya seperti di Andalusia. Lalu kembali masuk menguasai Yarusalem dan wilayah-wilayah Islam lainnya.
Atau kemungkinan terburuk lainnya, Mongol akan melanjutkan ekspansinya menyapu bersih daratan Eropa yang lemah. Dan jika demikian, hampir dipastikan bangsa Barat tidak akan bisa masuk ke zaman Renaisans meninggalkan zaman kegelapan mereka. Itu mengapa sebagian sejarawan Eropa menyebut kemenangan pasukan muslim di Ainun Jalut sebagai peperangan yang melindungi Eropa.
"Fakta selanjutnya yang mencengangkan adalah efek kemenangan tersebut menyebabkan banyak tentara Mongol masuk Islam. Mereka tergerak mempelajari Islam, setelah melihat keteguhan dan ketangguhan pasukan muslim yang lahir dari keyakinan mereka kepada agamanya," papar Ustaz Ahmad Syahrin.
Demikian kisah keberhasilan Sultan Saifuddin Al-Qutuz memukul mundur pasukan Mongol. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga: Dinasti Timuriyah, Kekaisaran yang Didirikan Sisa Pasukan Mongol yang Masuk Islam
(rhs)
Lihat Juga :