Keberkahan Sayuran Labu : Disukai Rasulullah SAW dan Para Nabi
Kamis, 29 Desember 2022 - 19:00 WIB
وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ
Artinya: Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. (QS. Ash Shaaffaat : 146)
Jadi Labu memang terbukti salah satu sayuran favorit Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihi wa Sallam. Jika ada labu di piring, maka Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam akan mengambilnya dibandingkan dengan makanan lain.
Abu Thalut pernah meriwayatkan bahwa: “Saya pernah bertemu Anas bin Malik r.a sedang makan labu dan berkata: ”Sesungguhnya kamu berasal dari pohon yang paling aku sukai, karena Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam sangat menyukaimu.” Dalam Al-Ghailaniyyat disebutkan sebuah hadis dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah r.a yang menceritakan: “Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam pernah berkata kepadaku: Wahai Aisyah, jika kamu memasak makanan, perbanyaklah jumlah labu, memang labu dapat menyembuhkan kesedihan.”
Sementara, selain disukai Rasulullah, labu juga disukai para nabi Allah. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, diceritakan bahwa ketika Nabi Yunus 'Alaihi Sallam diselamatkan dan dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan Nun, beliau terdampar di daerah tandus dan kelaparan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menanam pohon untuknya yang disebut ‘Yaqthiin’. Para mufassirain menafsirkannya sebagai pohon labu.
Kisah ini disebutkan dalam al-Qurah Surah ash-Shaaffaat ayat 142-146. Mengapa labu? Allah SWT menanam pohon labu untuk Nabi Yunus karena kandungan Labu menjadi tempat perlindungan dan obat. Daun labu kuning yang banyak dan lebar sebagai pelindung Nabi Yunus dari panasnya terik matahari di pantai terbuka tanpa pepohonan. Daun labu tidak disukai lalat dan menjadi pelindung dari lalat dan gangguannya. Buahnya bisa dimakan mentah tanpa harus dimasak.
Sifatnya yang merayap di tanah dengan mudah dikutip oleh Nabi Yunus. Hal ini juga mudah dikunyah dan dicerna dan dapat memuaskan dahaga. Tidak perlu diminum setelah makan. Buah labu juga bisa menenangkan pikiran.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur’an yang artinya:
لَوۡلَاۤ اَنۡ تَدٰرَكَهٗ نِعۡمَةٌ مِّنۡ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُوۡمٌ
فَاجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ
فَاجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ
Lihat Juga :