Doa Pendek Memohon Hisab yang Mudah

Rabu, 04 Januari 2023 - 23:16 WIB
Doa memohon hisab yang mudah ini tergolong pendek dan bisa dibaca setiap selesai sholat atau setiap waktu. Foto/SINDOnews
Doa memohon hisab yang mudah perlu diamalkan kaum muslim dengan harapan Allah memberi kemudahan di Akhirat kelak. Pada hari Kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan di Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan amalnya. Apabila amal baiknya lebih banyak ketika di dunia maka ia akan beruntung mendapat rahmat Allah.

Sebaliknya jika dosanya lebih berat maka ia akan menerima hukuman dari Allah, na'udzubillah! Ketika tiba hari penghisaban (Yaumul Hisab), semua mulut akan terkunci rapat. Hanya anggota tubuh yang bersaksi sebagaiman firman Allah dalam Al-Qur'an:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Yasin ayat 65)

Berikut Doa Memohon Hisab yang Mudah

Doa ini tergolong pendek dan bisa dibaca setiap selesai sholat atau setiap waktu.

اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَابًا يَسِيرًا


Allohumma haasibnii hisaaban Yasiiroo.

Artinya: "Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah." (HR Ahmad dan Al-Hakim)

Penjelasan:

Yang dimaksud dengan hisab adalah penghitungan secara terperinci (tidak menggunakan timbangan) atas amalan-amalan hamba yang baik dan yang buruk sebelum beranjak dari Padang Mahsyar kecuali hamba-hamba yang dikecualikan.

Adapun hisab yang mudah maksudnya Allah melihat catatan amalnya kemudian melewatinya atau tidak menghisabnya. Karena sesungguhnya barangsiapa yang dihisab catatan amalnya pada hari itu maka dia akan binasa.

Wallahu A'lam

(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Amalah apakah yang paling utama? Beliau menjawab: Shalat pada waktunya. Aku bertanya lagi, Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi, Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Berjuang pada jalan Allah. Kemudian aku tidak menambah pertanyaan lagi karena menjaga perasaan beliau.

(HR. Bukhari No. 5513)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More