Dinasti Mamluk: Sejarah, Perluasan Wilayah dan Keruntuhan

Selasa, 10 Januari 2023 - 22:59 WIB
Beberapa Sultan yang terkenal dari Dinasti Mamluk di antaranya adalah Syajaratud-Dur, Mu'iz Izzuddin Aybak (Mamluk Bahri), serta Zhahir Saifuddin Barquq dan Hajji II (Mamluk Burji).

Perluasan Wilayah

Awalnya, Dinasti Mamluk hanya eksis di Mesir saja. Seiring waktu, mereka bergerak dalam perannya sebagai benteng umat Islam akibat kemunculan bangsa Mongol serta serangan pasukan salib di wilayah sekitarnya.

Tercatat, mereka pernah merebut kota benteng Arsuf pada 1263 M, kota benteng Safad (1264 M), kota benteng Arkad (1265 M), serta beberapa benteng lain yang tidak bisa direbut oleh Sultan Shalahuddin.

Kemudian, Dinasti Mamluk juga berhasil menguasai ibukota Antioch di Syria Utara dan mengakhiri sejarah Country of Antioch. Setelahnya, pada 1271 mereka berhasil mengepung benteng Acre dan memaksa mereka untuk meminta gencatan senjata.

Keruntuhan Dinasti Mamluk

Mengutip keterangan dari skripsi "Keruntuhan Dinasti Mamluk di Mesir" karya Muhammad Husni, terdapat sejumlah faktor yang membuat runtuhnya dinasti Islam ini.

Salah satu faktor terbesarnya adalah karena perebutan kekuasaan internal, sehingga mengganggu stabilitas pemerintahan. Hal ini membuat perekonomian negara tak terurus, pendapatan merosot, sehingga membuat pajak rakyat mengalami kenaikan tinggi.

Selain itu, ada juga faktor dari serangan Turki Utsmani yang berakhir kekalahan untuk Dinasti Mamluk. Beberapa hal itu menandai berakhirnya eksistensi Mamluk dalam sejarah peradaban Islam.

Baca Juga: Saifuddin Al-Qutuz, Sultan Mamluk yang Berhasil Memukul Mundur Pasukan Mongol
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!